Megapolitan.co – Kondisi kelistrikan di Aceh yang tak kunjung pulih pascabencana alam menuai kritik keras. PT PLN (Persero) dinilai lamban dalam menangani krisis sumber daya utama untuk proses pemulihan.
Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, mengungkapkan hingga lebih dari dua pekan setelah bencana, pemadaman listrik masih meluas di Kota Banda Aceh.
Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, sebagian besar wilayah dilaporkan mengalami gelap total tanpa kepastian pemulihan.
“Listrik merupakan kebutuhan dasar yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Namun kenyataannya, perusahaan listrik di bawah kepemimpinan Darmawan Prasodjo telah empat malam berturut-turut membiarkan Banda Aceh tanpa aliran listrik. Kondisi ini mencerminkan kegagalan dalam memberikan pelayanan publik sekaligus menjamin hak-hak dasar warga,” ujar Uchok, Minggu, 14 Desember 2025.
Ia menilai lambannya penanganan krisis ini menunjukkan minimnya kepekaan terhadap situasi darurat yang dialami warga Aceh.
Menurut Uchok, dampak pemadaman tidak hanya dirasakan pada malam hari, tetapi juga mengganggu kebutuhan vital masyarakat.
“Kinerja Darmawan Prasodjo ini seperti keong, selalu lambat dan seolah berjalan sesuka hati. Padahal warga Aceh sangat membutuhkan listrik untuk mengoperasikan mesin pompa air. Tanpa listrik, kebutuhan air bersih pun terganggu,” ujarnya.
CBA juga menyoroti absennya komunikasi dari manajemen puncak PLN. Hingga kini, kata Uchok, belum ada penjelasan resmi kepada publik mengenai kapan pasokan listrik di Aceh dapat kembali normal.
“Anehnya, sampai sekarang Dirut PLN diam seribu bahasa. Tidak ada penjelasan ke masyarakat Aceh kapan listrik bisa kembali menyala. Ini sikap yang tidak pantas ditunjukkan oleh pimpinan BUMN strategis,” tegasnya.
Kekecewaan publik, lanjut Uchok, tercermin dari aksi protes yang digelar sejumlah pemuda Aceh di Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh pada Jumat malam 12 Desember 2025.
Namun, aksi tersebut dinilai tidak menggugah respons dari pimpinan tertinggi PLN.
“Walaupun sudah ada aksi protes dari pemuda Aceh, Dirut PLN tetap tidak memberikan komentar atas tuntutan rakyat. Ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap penderitaan masyarakat di daerah bencana,” paparnya.
Uchok pun mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo karena dinilai gagal memastikan layanan listrik bagi masyarakat terdampak.






Tinggalkan Balasan