Megapolitan.co – Penyebab kebocoran gas kimia berwarna kuning kecokelatan di sekitar pabrik PT Vopak Terminal Merak, Kota Cilegon, Banten, mulai terungkap.
Kebocoran tersebut disebut terjadi akibat proses blowing atau pembersihan partikel pada instalasi pipa di dalam area pabrik.
Informasi ini mencuat saat warga terdampak melakukan mediasi dengan manajemen perusahaan menyusul insiden kebocoran gas yang berdampak pada kesehatan puluhan warga.
Petugas KBRN Polda Banten bersama tim Inafis Satreskrim Polres Cilegon masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk memastikan penyebab pasti kebocoran.
Pemeriksaan difokuskan pada instalasi pipa yang diduga menjadi sumber keluarnya gas berbau menyengat tersebut.
Akibat kejadian ini, sebanyak 42 warga yang tinggal di sekitar kawasan pabrik mengalami gangguan kesehatan berupa sesak napas hingga muntah-muntah setelah menghirup gas kimia. Seluruh warga terdampak sempat dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Mayoritas korban merupakan lanjut usia dan anak-anak. Setelah mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan, seluruh warga yang mengalami keluhan telah diperbolehkan pulang dan tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit.
Ketua RT 1 Cikuasa, Wawan, yang turut hadir dalam proses mediasi antara warga dan pihak perusahaan, membenarkan penyebab kebocoran tersebut.
“Kebocoran gas terjadi saat ada kegiatan blowing atau pembersihan partikel pada instalasi pipa di dalam pabrik,” ujar Wawan, Sabtu (31/1/2026).
Sementara itu, HRD PT Vopak Terminal Merak, Ajeng memberikan penjelasan resmi terkait insiden tersebut. Perusahaan menyebut kebocoran terjadi saat kegiatan pemeliharaan rutin dan telah ditangani dengan cepat oleh tim tanggap darurat.
“Hari ini, sekitar pukul 13.30 WIB, terjadi pelepasan uap singkat yang terisolasi selama prosedur pemeliharaan rutin di fasilitas kami. Tim tanggap darurat kami segera menangani pelepasan tersebut sekitar pukul 13.35 WIB,” ucapnya.
Perusahaan juga menegaskan operasional terminal tidak terdampak dan seluruh karyawan dalam kondisi aman. “Operasional terminal tidak terdampak dan seluruh karyawan kami dalam keadaan aman. Tim darurat kami terus memantau kualitas udara di perimeter lokasi sebagai tindakan pencegahan,” ungkap Ajeng.
Berdasarkan hasil investigasi awal internal, perusahaan menyebut uap tersebut muncul akibat reaksi sisa bahan di dalam wadah pengumpul.
“Investigasi awal menunjukkan bahwa uap dihasilkan ketika sisa bahan dalam wadah pengumpul berinteraksi dengan lapisan air yang tidak seharusnya ada di dalam wadah tersebut,” jelasnya.
Pihak perusahaan menegaskan komitmennya terhadap aspek keselamatan.“Kami menegaskan bahwa keselamatan karyawan serta masyarakat sekitar tetap menjadi prioritas utama kami,” tandasnya.
Hingga saat ini, kepolisian masih melanjutkan proses penyelidikan untuk memastikan tidak adanya kelalaian dalam prosedur operasional. Bau menyengat dilaporkan sudah tidak lagi tercium setelah dilakukan penanganan oleh perusahaan.
Sebelumnya diberitakan, kebocoran gas kimia terjadi pada Sabtu siang di pabrik penyimpanan bahan kimia PT Vopak Terminal Merak, Cilegon. Kepulan gas berwarna kuning kecokelatan dengan bau menyengat menyebar ke permukiman warga selama sekitar 30 menit.
Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan warga mengalami sesak napas, pusing, hingga muntah-muntah dan harus mendapatkan perawatan di puskesmas terdekat.






Tinggalkan Balasan