Megapolitan.co – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meningkatkan pengawasan di berbagai tahapan layanan.

Langkah tersebut dilakukan mulai dari operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemenuhan standar higiene sanitasi hingga pengawasan bahan baku.

Penguatan pengawasan menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh BGN terhadap pelaksanaan MBG. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai prosedur sekaligus menjaga kualitas makanan yang diterima peserta didik dan kelompok penerima manfaat lainnya.

Kepala BGN Sudaryono sebelumnya menyampaikan hasil evaluasi internal terhadap sejumlah kasus gangguan kesehatan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG.

Dari evaluasi tersebut, BGN menemukan bahwa sebagian besar kasus berkaitan dengan ketidakpatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP).

Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain proses penyimpanan makanan, penerimaan bahan makanan, pengendalian suhu serta waktu konsumsi.

“Dari kasus keracunan yang ada itu kalau kita breakdown itu 80–90 persen itu karena tidak taat SOP,” kata Sudaryono, seperti dikutip siaran pers BGN, pada September 2026.

Temuan itu kemudian menjadi salah satu dasar bagi BGN untuk memperkuat pembenahan dalam pelaksanaan program. Perbaikan tidak hanya menyasar kegiatan di dapur, tetapi juga mencakup tata kelola, sistem, regulasi, teknologi informasi, pelaporan hingga pengawasan operasional SPPG.

Pengawasan di tingkat dapur juga diperketat. Dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI pada 17 September 2026, Sudaryono menegaskan bahwa kepala SPPG harus berada di dapur ketika proses memasak berlangsung.

BGN juga mengambil langkah terhadap dapur yang belum memenuhi persyaratan higiene sanitasi. Sekitar 1.200 dapur dihentikan sementara karena belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

megapolitanco
Editor