Megapolitan.co – Wafatnya Tryana Syam’un, salah satu tokoh pendiri Provinsi Banten, meninggalkan jejak panjang perjuangan yang tak terpisahkan dari lahirnya Banten sebagai daerah otonom.
Sosok almarhum tak hanya dikenang sebagai pejuang pemekaran, tetapi juga sebagai guru dan panutan bagi banyak generasi muda di Banten.
Almarhum menghembuskan napas terakhir pada Minggu, 11 Januari 2026 di Jakarta, dan dimakamkan di kediamannya di Kabupaten Pandeglang.
Sejak pagi, rumah duka dipadati pelayat dari berbagai kalangan, mulai dari ulama, tokoh masyarakat, hingga pejabat daerah.
Dalam sejarah pembentukan Provinsi Banten, nama Tryana Syam’un tercatat sebagai bagian penting dari Badan Koordinasi Pembentukan Provinsi Banten (Bakko PBB).
Melalui organisasi tersebut, almarhum terlibat aktif mendorong pemekaran Banten dari Jawa Barat hingga akhirnya resmi berdiri sebagai provinsi pada 4 Oktober 2000.
Namun, kontribusi almarhum tidak berhenti pada perjuangan politik dan administratif.
Di mata banyak orang, Tryana Syam’un dikenal sebagai pribadi yang sederhana, terbuka, dan konsisten menanamkan nilai perjuangan kepada anak-anak muda.
Gubernur Banten Andra Soni, yang hadir melayat bersama Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa almarhum memiliki kedekatan emosional dengan generasi muda di Banten.
“Almarhum adalah sosok yang baik, sederhana, dan menjadi guru bagi banyak anak-anak muda di Banten. Jasa dan keteladanan beliau akan selalu kami kenang,” ujar Andra.
Ia berharap nilai perjuangan yang diwariskan almarhum tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi terus hidup dalam semangat pembangunan Banten ke depan.
“Semangat beliau harus terus dilanjutkan agar Provinsi Banten ke depan bisa menjadi daerah yang semakin maju dan lebih baik,” pungkasnya.
Kepergian Tryana Syam’un menjadi kehilangan besar, namun warisan pemikiran dan keteladanannya diyakini akan tetap menjadi pijakan moral bagi perjalanan Provinsi Banten di masa mendatang.






Tinggalkan Balasan