Megapolitan.co – Menteri Luar Negeri Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Riyad Mansour, di Kantor Perwakilan Palestina, New York, Amerika Serikat, Senin, 16 Februari 2026.
Pertemuan tersebut berlangsung menjelang keikutsertaan Sugiono dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang akan membahas situasi Timur Tengah, termasuk perkembangan terbaru isu Palestina, pada Rabu (18/2/2026) waktu setempat.
Dalam pertemuan itu, Sugiono kembali menegaskan konsistensi dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina.
Ia menekankan komitmen Jakarta dalam mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan, sekaligus pentingnya realisasi solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik.
Keduanya juga bertukar pandangan mengenai pelaksanaan Resolusi DK PBB 2803 (2025), terutama terkait pembentukan Board of Peace dan rencana pengerahan International Stabilization Force (ISF) di Gaza.
“Kami siap berkontribusi lebih jauh, termasuk mempersiapkan kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, yang dapat diawali dengan bantuan kesehatan dan rekonstruksi,” ujar Sugiono, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri, Selasa (17/6/2026).
Selain itu, Sugiono mengungkapkan rencana partisipasi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan Board of Peace di Washington DC pekan ini.
Forum tersebut akan dihadiri sejumlah pemimpin dunia, termasuk negara-negara yang tergabung dalam Kelompok 8 yang aktif mendorong upaya perdamaian di Gaza.
“Partisipasi Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil selaras dengan Piagam PBB dan upaya multilateral yang ada, guna membuka jalan bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” imbuh dia.
Sementara itu, Mansour menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Sugiono. Ia menilai langkah tersebut memperkuat solidaritas kedua negara dalam mendorong tindakan nyata PBB di tengah kondisi sulit yang dihadapi rakyat Palestina.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tempat khusus di hati rakyat Palestina, mengingat hubungan historis yang telah terjalin lama antara kedua bangsa, terutama sejak semangat solidaritas Asia-Afrika menguat pada pertengahan abad ke-20.






Tinggalkan Balasan