Menurutnya, hilirisasi memberikan ruang agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak berhenti pada penangkapan ikan.

Hasil laut dapat dikembangkan melalui proses penanganan dan pengolahan sebelum dipasarkan sehingga rantai usaha perikanan menjadi lebih terintegrasi.

Dalam publikasi KKP pada Juli 2026, pengembangan kawasan nelayan disebut sebagai salah satu implementasi kebijakan ekonomi biru yang menghubungkan pengembangan ekonomi berbasis perikanan dengan penghidupan berkelanjutan dan perhatian terhadap kawasan pesisir.

Bagi nelayan Waryesi, pendekatan tersebut membuka peluang agar potensi laut tidak hanya dimanfaatkan melalui aktivitas penangkapan. Dengan dukungan sarana produksi, penanganan hasil, penyimpanan, pengolahan dan pemasaran, masyarakat memiliki ruang untuk mengembangkan aktivitas ekonomi yang lebih terintegrasi.

KKP juga menegaskan pembangunan kawasan nelayan tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik. Dalam siaran pers 16 Juni 2025, KKP menyebut aspek keberlanjutan menjadi bagian penting program tersebut, termasuk melalui pendampingan dan rekayasa sosial agar kegiatan usaha dari hulu hingga hilir dapat berjalan berkesinambungan.

“Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan sebatas proyek membangun, tapi bagaimana memastikan pembangunan yang dilakukan menghasilkan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat,” papar Staf Khusus Menteri KP Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Doni Ismanto Darwin.

Jika diterapkan sesuai kebutuhan lokal, penguatan rantai usaha tersebut diharapkan dapat memberi ruang bagi nelayan Waryesi untuk mengembangkan potensi perikanan sekaligus memperluas akses terhadap kegiatan ekonomi.

Harapan masyarakat terhadap manfaat ekonomi program tersebut juga terlihat dari respons positif nelayan. Matias sebelumnya mengatakan kehadiran program tersebut dapat mendukung kehidupan ekonomi masyarakat ke depan.

“Dengan adanya program KNMP ini kami sangat senang karena bisa mendukung ekonomi kami ke depan untuk bagaimana masyarakat sejahtera,” kata Matias.

Meski demikian, manfaat ekonomi tetap bergantung pada kesiapan fasilitas, pengelolaan, akses pasar, kapasitas masyarakat dan keberlanjutan sumber daya laut.