Megapolitan.co – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meminta maaf kepada masyarakat setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia menyatakan akan mengikuti proses hukum yang berjalan setelah menjalani pemeriksaan selama 14 jam di Mapolresta Klaten, Jawa Tengah.

“Pertama-tama saya mohon maaf, telah mengecewakan masyarakat Kabupaten Klaten,” ungkap Hamenang kepada wartawan di Mapolresta Klaten dikutip Jumat 16 Oktober 2026.

Hamenang juga menyampaikan kesediaannya mengikuti proses hukum terkait perkara yang tengah ditangani KPK.

“Mohon saya dimaafkan kalau ada salah. Saya mengikuti proses hukum yang berlaku. Mohon maaf telah mengecewakan,” imbuhnya.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sebelumnya mengungkapkan, sebanyak 20 orang diamankan dalam operasi tersebut. Penindakan dilakukan di sejumlah lokasi di Klaten, Jawa Tengah, dan Jakarta, dengan pihak-pihak yang berasal dari unsur pemerintah maupun swasta.

“Selain Bupati selaku penyelenggara negara, ada juga ASN baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten maupun Badan Pemeriksa Keuangan, serta unsur swasta,” ujar Budi.

Dalam operasi itu, tim KPK turut menyita uang tunai yang nilai sementaranya diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Budi menegaskan, angka tersebut masih berdasarkan penghitungan awal penyidik.

“Kami mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai. Masih proses hitung. Hitungan awal sementara sekitar Rp1 miliar,” sambungnya.

KPK kini mendalami dugaan penerimaan yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lainnya dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten.

Penyidik juga menelusuri dugaan pemberian uang kepada oknum di lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berkaitan dengan proses audit.

Setelah pemeriksaan di Mapolresta Klaten selesai, Hamenang bersama sejumlah pihak lain dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

OTT yang menjerat Bupati Klaten tersebut menjadi operasi tangkap tangan ke-23 yang dilakukan KPK sepanjang 2026.

 

 

Megapolitandotco
Editor