“Banyak sekali bantuan dari kementerian lembaga, dari TNI Polri, dari swasta, dari pemerintah-pemerintah daerah lainnya juga banyak membantu ke sini, sehingga untuk masalah logistik dasar yang dibutuhkan saat tanggap darurat itu tidak ada permasalahan,” ujar Suharyanto.

Selain dukungan dalam bentuk logistik dan pelayanan kesehatan, pemerintah pusat juga menyiapkan bantuan kemasyarakatan senilai Rp200 miliar untuk mendukung penanganan bencana di NTT.

Berdasarkan keterangan resmi Presiden RI, bantuan tersebut terdiri atas Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak di Pulau Flores.

Delapan kabupaten tersebut yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari penanganan pemerintah yang dilakukan secara bertahap, mulai dari fase tanggap darurat hingga memasuki proses pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.

Dengan banyaknya warga yang masih membutuhkan dukungan, pemerintah juga menghadapi kebutuhan jangka menengah dan panjang, seperti pemulihan rumah warga, fasilitas umum, layanan dasar, kesehatan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi.

Karena itu, data mengenai 94 warga yang meninggal ketika berada di pengungsian tetap menjadi bagian penting dalam evaluasi penanganan bencana.

Evaluasi diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan setiap korban dapat ditelusuri, termasuk riwayat penyakit, akses terhadap obat-obatan, layanan kesehatan, kondisi tempat pengungsian, pemenuhan kebutuhan dasar, serta perlindungan terhadap kelompok rentan.

Pendekatan tersebut memungkinkan pemerintah menjalankan dua hal secara bersamaan. Pertama, memberikan penjelasan berdasarkan hasil verifikasi medis mengenai penyebab kematian. Kedua, memastikan kualitas pelayanan terhadap masyarakat terdampak terus diperbaiki selama masa tanggap darurat hingga pemulihan.

Dengan demikian, angka 94 kematian tidak dapat secara otomatis dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pembiaran dalam penanganan bencana.

megapolitanco
Editor