Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung tindakan medis sekaligus menyediakan kapasitas rawat inap hingga 75 pasien. Selain itu, pelayanan kesehatan juga diperkuat dengan kehadiran rumah sakit terapung Ksatria Airlangga.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa penanganan pemerintah tidak hanya berfokus pada evakuasi dan distribusi bantuan, tetapi juga mencakup pelayanan kesehatan bagi warga yang masih berada di pengungsian.

Kehadiran pemerintah pusat di wilayah terdampak juga ditunjukkan melalui kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kabupaten Nagekeo pada 26 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden meninjau posko pengungsian di Lapangan Berdikari, melihat dapur umum dan dapur lapangan Polri, serta meninjau tenda pengungsian. Presiden juga memimpin rapat penanganan bencana dan percepatan pemulihan bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung langkah yang telah ditempuh pemerintah sekaligus memastikan bantuan dan penanganan bagi masyarakat terdampak terus berjalan.

Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memantau kondisi masyarakat Flores yang terdampak gempa.

“Saya datang untuk melihat langkah-langkah yang sudah diambil dan saya menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, daerah-daerah yang kena bencana, ucapan bela sungkawa saya, mereka yang kehilangan keluarganya,” kata Prabowo.

Rapat yang dipimpin Presiden juga membahas perkembangan penanganan darurat dan percepatan pemulihan di tujuh kabupaten terdampak.

Dalam laporan tersebut, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa dukungan logistik, kesehatan, energi, serta layanan dasar terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat berada dalam kondisi relatif aman.

megapolitanco
Editor