Sorotan Media Sosial Jadi Momentum Pembenahan
Narasi “MBG benar-benar program sampah” yang beredar di media sosial muncul di tengah sorotan publik terhadap sejumlah kasus makanan yang diduga bermasalah.
Namun, narasi tersebut perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih luas dan tidak hanya dilihat dari satu peristiwa atau persoalan yang terjadi di lapangan.
Kasus yang muncul pada SPPG tertentu merupakan persoalan yang harus ditangani berdasarkan fakta, hasil pemeriksaan, serta proses investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Penilaian terhadap keseluruhan program MBG tidak dapat hanya didasarkan pada satu kejadian maupun satu konten yang beredar di media sosial.
Hal yang lebih penting adalah melihat bagaimana pemerintah merespons dan menangani persoalan ketika suatu masalah ditemukan dalam pelaksanaan program.
Dalam hal ini, BGN telah menyatakan melakukan suspend terhadap SPPG terkait, menguji sampel makanan, melakukan investigasi, mengevaluasi SOP, serta memberikan tindakan terhadap pelaksana yang terbukti melanggar.
Keamanan Pangan Jadi Prioritas
Kritik terhadap pelaksanaan MBG tetap diperlukan, terutama apabila berkaitan dengan keselamatan dan keamanan para penerima manfaat program.
Pemerintah juga terus dituntut untuk memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara transparan, serius, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Namun, penyelesaian terhadap persoalan yang muncul tidak harus dilakukan dengan menghentikan keseluruhan program maupun menyamaratakan seluruh SPPG yang menjalankan pelayanan MBG.
Penguatan pengawasan, peningkatan kedisiplinan terhadap SOP, pemeriksaan secara berkala, penghentian sementara terhadap dapur yang bermasalah, hingga pemberian sanksi kepada pelanggar merupakan bagian dari mekanisme perbaikan yang terus dijalankan pemerintah.
Tinggalkan Balasan