SPPG yang berkaitan dengan suatu kejadian tidak serta-merta dibiarkan tetap menjalankan operasional seperti biasa tanpa melalui proses pemeriksaan.

Operasional dapur dapat dihentikan sementara agar proses pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh sekaligus mencegah potensi munculnya persoalan serupa selama investigasi berlangsung.

Pemerintah Perketat SOP Pengolahan Makanan

Selain melakukan penindakan terhadap persoalan yang muncul, BGN juga terus memperkuat kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) di seluruh SPPG.

Sejumlah aspek menjadi perhatian pemerintah, mulai dari proses persiapan bahan makanan, pengolahan, penyimpanan, pengendalian suhu, hingga waktu makanan dikonsumsi oleh para penerima manfaat.

Hasil evaluasi BGN menemukan adanya sejumlah bentuk ketidakpatuhan terhadap SOP, salah satunya terkait makanan yang dimasak terlalu jauh sebelum memasuki waktu distribusi dan konsumsi.

Sudaryono menegaskan bahwa kedisiplinan dalam menjalankan SOP menjadi salah satu bagian penting untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.

“Kami melihat beberapa sebab, ini kita ngomong lebih umum, misal SOP-nya dia masaknya kecepatan,” ujar Sudaryono.

Karena itu, pengawasan pemerintah tidak hanya difokuskan pada hasil akhir makanan yang diterima masyarakat, tetapi juga mencakup seluruh rantai proses sejak bahan makanan diterima hingga makanan sampai kepada penerima manfaat.

SPPG yang Melanggar Tidak Dibiarkan

BGN juga menunjukkan sikap tegas terhadap SPPG yang terbukti tidak memenuhi standar keamanan pangan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan program MBG.

Dalam evaluasi sebelumnya, BGN menyatakan telah melakukan penutupan permanen terhadap SPPG yang tidak memenuhi standar keselamatan pangan.

megapolitanco
Editor