Karena itu, hubungan antara makanan MBG dan keluhan kesehatan para santri masih menunggu hasil pemeriksaan.
Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan keamanan pangan MBG dilakukan melalui pengawasan terhadap dapur penyedia sekaligus penelusuran terhadap setiap laporan yang muncul di lapangan.
Dengan mekanisme tersebut, setiap dugaan kejadian kesehatan tetap perlu ditentukan berdasarkan bukti medis, hasil laboratorium, dan penyelidikan.
Pada saat yang sama, pemenuhan standar higiene, sanitasi, serta pembenahan tata kelola menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan program MBG.
Tinggalkan Balasan