Potensi 44 Ribu Napi Masih Harus Melalui Seleksi Berlapis

Pemerintah menjelaskan bahwa angka sekitar 44.000 narapidana merupakan potensi maksimal warga binaan yang secara administratif memenuhi syarat awal untuk dipertimbangkan menerima amnesti.

Namun, status tersebut bukan berarti seluruhnya otomatis memperoleh amnesti. Setiap calon penerima masih wajib melalui proses verifikasi, evaluasi, serta penilaian atas hasil pembinaan selama berada di lembaga pemasyarakatan.

“Potensi itu ada sekitar 44 ribu narapidana yang memenuhi kriteria untuk dipertimbangkan mendapatkan amnesti,” ujar Supratman dalam keterangannya, dikutip Hukumonline.

Selain mempertimbangkan hasil pembinaan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek kemanusiaan. Kelompok prioritas meliputi warga binaan lanjut usia, penyandang disabilitas, serta narapidana yang menderita penyakit kronis.

“Kebijakan ini mengedepankan aspek kemanusiaan, terutama bagi warga binaan yang berusia lanjut, mengalami disabilitas, atau menderita sakit kronis,” kata Supratman, dikutip ANTARA.

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah memastikan setiap usulan penerima amnesti dinilai secara objektif berdasarkan kondisi masing-masing dan rekam jejak pembinaannya sebelum diajukan kepada Presiden.

Pembinaan Difokuskan pada Ketahanan Pangan

Pemerintah juga memberikan penjelasan terkait isu yang menghubungkan program amnesti dengan Komponen Cadangan. Menurut pemerintah, informasi tersebut tidak mencerminkan substansi utama kebijakan yang sedang dipersiapkan.

Supratman menjelaskan bahwa pembahasan mengenai Komcad memang pernah muncul dalam diskusi internal sebagai salah satu alternatif. Namun, pemerintah akhirnya memilih pembinaan melalui pelatihan kerja di sektor ketahanan pangan sebagai fokus utama.

“Itu hanya salah satu opsi yang sempat dibahas, namun substansi utamanya adalah pelatihan di bidang ketahanan pangan, bukan Komcad,” ujar Supratman, dikutip Tirto.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah ingin memastikan para penerima amnesti memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.