Megapolitan.co – Kebijakan pemerintah menyalurkan 1.098 ekor sapi pada momentum Idul Adha 2026 memicu perhatian luas di media sosial.
Program tersebut menjadi perbincangan setelah diketahui menggunakan anggaran sekitar Rp100 miliar dari pos Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres) dalam APBN.
Ramainya perdebatan publik membuat pemerintah memberikan klarifikasi terkait tujuan program tersebut.
Istana menegaskan bantuan sapi itu merupakan program sosial negara yang ditujukan bagi masyarakat dan tidak berkaitan dengan kurban pribadi Presiden.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menjelaskan Banmaspres memang dialokasikan untuk kegiatan bantuan kemasyarakatan yang menyasar berbagai daerah di Indonesia.
“Ini bantuan kemasyarakatan Presiden untuk masyarakat,” ujar Juri seperti dikutip dari SINDOnews dan IDX Channel, Kamis (28/5/2026).
Pemerintah menekankan bahwa Presiden Prabowo tetap menunaikan ibadah kurban secara pribadi menggunakan dana pribadi di luar program distribusi sapi Banmaspres tersebut.
Karena itu, Istana meminta masyarakat tidak mencampuradukkan antara bantuan sosial pemerintah dengan kurban pribadi Presiden.
Selain menjadi bantuan untuk masyarakat saat Idul Adha, program pengadaan sapi itu juga disebut membawa dampak ekonomi bagi peternak lokal.
Pemerintah menyatakan seluruh sapi yang didistribusikan dibeli dari peternak di berbagai daerah Indonesia.
Langkah tersebut dinilai mampu membantu meningkatkan penjualan peternak menjelang Hari Raya Idul Adha sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Pemerintah berharap program ini dapat memperkuat sektor peternakan rakyat dan memberi efek ekonomi bagi masyarakat kecil.
Di tengah polemik penggunaan APBN, sejumlah kalangan menilai bantuan sosial berbasis keagamaan tetap diperbolehkan selama dilakukan melalui mekanisme resmi dan sesuai aturan tata kelola pemerintahan.
Program semacam itu dianggap memiliki dasar administratif karena diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas.
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis, turut memberikan pandangan terkait program tersebut.
Ia menilai bantuan sapi kurban menggunakan anggaran negara dapat menjadi langkah positif apabila manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat.
“Bagus untuk rakyat,” ujar Cholil Nafis terkait program bantuan sapi Idul Adha tersebut.
Program Banmaspres Iduladha disebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Penyaluran hewan kurban dilakukan ke berbagai wilayah agar manfaatnya dapat diterima lebih merata, terutama oleh masyarakat di daerah.
Melalui program itu, pemerintah berharap momentum Iduladha tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga mampu mendukung ekonomi peternak lokal serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.






Tinggalkan Balasan