Megapolitan.co – Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) digeruduk ratusan pendemo dari Aksi Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Pendidikan.
Massa mendesak lembaga anti rasuah itu agar segera mengusut dugaan penyimpangan dana beasiswa di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, yang disebut mencapai Rp13 miliar lebih.
Massa menilai persoalan ini tidak bisa dilihat sebagai kasus tunggal, melainkan dugaan pola yang berjalan sistematis dalam periode panjang sejak 2020 hingga 2025.
Massa juga mempertanyakan terkait tata kelola dana pendidikan di lingkungan kampus dan yayasan.
Para demonstran menyoroti dugaan adanya pengulangan pola dalam pengelolaan dana beasiswa yang bersumber dari APBN.
Mereka menduga mekanisme distribusi tidak berjalan sebagaimana mestinya dan membuka ruang penyimpangan yang terjadi secara berulang.
Koordinator aksi Siraj Naufal menyebut bahwa dana beasiswa tersebut diduga tidak hanya bermasalah pada satu periode anggaran, tetapi terjadi secara konsisten setiap tahun.
“Ini bukan satu kejadian. Dugaan kami, praktik ini berlangsung tiap tahun dengan pola yang sama, melibatkan oknum di internal universitas dan yayasan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Dana tersebut diketahui dikelola melalui Yayasan Wakaf UMI, yang menurut massa aksi memiliki keterkaitan struktural dengan kampus.
Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam proses pengelolaan dana publik.






Tinggalkan Balasan