Megapolitan.co – Manajemen Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memastikan pelayanan medis tetap diberikan kepada pasien, termasuk peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang kepesertaannya sedang tidak aktif.

Penegasan ini disampaikan menyusul isu penolakan pasien BPJS PBI nonaktif yang sempat menjadi perhatian publik.

Pihak rumah sakit menekankan bahwa aspek keselamatan dan penanganan medis selalu ditempatkan di atas persoalan administrasi.

Direktur Medis dan Keperawatan RSCM, Renan Sukmawan, menegaskan bahwa prinsip pelayanan di rumah sakit pelat merah tersebut adalah mendahulukan pasien.

“RSCM selalu menerapkan patient first. Layani pasiennya dulu, administrasi belakangan,” ujarnya kepada awak media, Kamis, 12 Februari 2026.

Menurut Renan, dalam kasus penyakit katastropik atau kondisi yang mengancam nyawa, sistem akan mengaktifkan mekanisme penanganan secara otomatis.

Dengan demikian, pasien tetap memperoleh tindakan medis tanpa harus menunggu kepastian administrasi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menunda atau mengurungkan niat berobat hanya karena terkendala status kepesertaan atau biaya.

“Setiap saat kami akan layani. Jangan pikir administrasi. Bahkan kalau misalnya memang tidak ada dana sama sekali, tidak akan kami permasalahkan, yang penting nyawanya bisa tertolong,” katanya.

Di sisi lain, RSCM terus melakukan penguatan kapasitas layanan untuk menjawab tingginya kebutuhan pasien rujukan dari berbagai daerah.

Rumah sakit ini mencatat peningkatan signifikan jumlah tempat tidur dalam beberapa tahun terakhir.

“RSCM terus mengembangkan kapasitasnya, dari sebelumnya hanya, tahun lalu, hanya dua tahun yang lalu, 900 tempat tidur, sekarang 1.280,” tandasnya.

Mayoritas pasien yang datang merupakan kasus penyakit berat yang membutuhkan penanganan intensif dan berkelanjutan.

Dengan penambahan kapasitas tersebut, manajemen berharap akses layanan kesehatan bagi masyarakat tetap terjaga, tanpa mengesampingkan prinsip keselamatan sebagai prioritas utama.

megapolitanco
Editor