Megapolitan.co – Pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas di kawasan terpencil Provinsi Aceh melalui pembangunan berbagai jenis jembatan penghubung antar desa.

Langkah ini diarahkan untuk memutus keterisolasian wilayah, memudahkan mobilitas warga, sekaligus menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat pedesaan.

Salah satu fokus utama adalah pembangunan jembatan gantung di wilayah pedalaman, seperti di Desa Tiba Mesjid, Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.

Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong, melibatkan personel TNI dan masyarakat setempat, mulai dari penggalian fondasi, pengumpulan batu kali, hingga pemasangan tiang penyangga di kedua sisi sungai.

Kegiatan serupa juga berlangsung di Desa Emping, Kecamatan Mutiara Barat. Di lokasi ini, personel TNI bersama warga mengaduk campuran semen, pasir, dan kerikil untuk pengecoran tiang jembatan.

Seluruh material diangkut secara manual menuju titik fondasi di tepi sungai, mengingat keterbatasan akses alat berat.

Sementara itu, di Kabupaten Bireuen, pembangunan jembatan gantung dilakukan di kawasan Ara Bungong, Kecamatan Peudada, dengan progres pekerjaan mencapai sekitar 15 persen.

Pekerjaan lanjutan juga berjalan di sejumlah lokasi lain, seperti Dusun Gantung Langit, Kecamatan Silih Nara, yang kini memasuki tahap pengecoran pondasi.

Di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, progres pembangunan telah mencapai sekitar 31,2 persen, sedangkan di Desa Kala Ili, Kecamatan Linge, progres berada di kisaran 20 persen.

Pembangunan jembatan gantung juga dikerjakan di Desa Sekrak Kanan serta Desa Uyam Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, dengan capaian progres sekitar 12 persen. Seluruh pekerjaan dilakukan melalui kolaborasi aktif antara warga dan personel TNI.

Adapun di Desa Gampung Lempuh, Kecamatan Putri Betung, pembangunan dan perbaikan jembatan gantung masih berada pada tahap awal dengan progres sekitar 1 persen, menyusul kerusakan jembatan akibat banjir sebelumnya.

Selain itu, pemerintah juga membangun jembatan Armco sebagai solusi akses penghubung yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi alam.

Di Kabupaten Bireuen, perakitan jembatan dilaksanakan di Desa Sala Sirung, Kecamatan Jeumpa. Pembangunan ini merupakan bagian dari proyek jembatan Armco di tiga titik, dengan progres awal mencapai sekitar 15 persen.

Pemerintah juga membangun jembatan Bailey untuk membuka konektivitas antarwilayah yang terpisah aliran sungai. Salah satunya adalah jembatan penghubung antara Desa Batu Sumbang dan Desa Pante Kera di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.

Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperlancar arus mobilitas warga serta mempercepat distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

Pembangunan jembatan di berbagai wilayah Aceh tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan nasional, khususnya di daerah pedalaman dan kawasan rawan bencana.

Infrastruktur jembatan dinilai strategis untuk mempercepat pergerakan orang dan barang, memperkuat ketahanan wilayah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Melalui sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, seluruh proyek jembatan diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Aceh, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

megapolitanco
Editor