Ia menenangkannya dan menegaskan komitmen Polri untuk membantu sepenuhnya proses pemulihan daerah. Dedi menyerahkan bantuan logistik kepada perangkat desa untuk didistribusikan kepada warga.

Saat meninjau gudang logistik, ia bertemu seorang Bhayangkari yang menangis lantaran Asrama Polisi tempat tinggalnya rusak berat dan ia tidak memiliki keluarga di Aceh Tamiang.

Dedi memastikan Polri akan memberikan perlindungan dan bantuan penuh bagi keluarga anggota yang terdampak.

Dedi juga memastikan bantuan kemanusiaan dari Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 telah tiba sehari sebelumnya menggunakan Kapal KN Berhala milik Navigasi Ditjen Perhubungan Laut.

Bantuan tersebut meliputi sekitar 32 ton beras, lebih dari 1.300 karton mie instan, 310 dus minyak makan, hingga 300 dus air mineral.

Bantuan tambahan dari masyarakat Aceh Tamiang di Medan seperti popok, makanan siap santap, biskuit, dan minyak makan turut disalurkan bersama logistik dari berbagai instansi. Menteri Perhubungan mengapresiasi kontribusi besar ini yang dikoordinasikan oleh Wakapolri.

Batalyon Dhira Brata menegaskan bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari bencana.

Kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan Aceh Tamiang.

Usai menyelesaikan rangkaian kegiatan, Dedi pun bertolak kembali ke Kualanamu untuk melanjutkan peninjauan ke wilayah terdampak lain di Sumatera Barat.

Ronnie Sahala
Editor