Megapolitan.co – Kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) menuding Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengambil alih gedung SD Inpres di Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, untuk dijadikan pos militer.

Klaim itu disampaikan oleh juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, dalam siaran pers yang diterima Senin (30/6/2025) pagi.

Menurut Sambom, kehadiran aparat TNI bersenjata lengkap di kawasan pegunungan itu membuat warga sipil resah dan takut untuk beraktivitas. Ia menyebut, mobilitas warga dari dan ke kampung menjadi terganggu akibat penyisiran bersenjata oleh militer.

“Masyarakat setempat ketakutan karena melihat militer Indonesia lalu-lalang membawa senjata lengkap dan atribut perang,” ujar Sambom dalam keterangan tertulis.

Sambom juga menuduh pemerintah Indonesia memutus jaringan internet di wilayah tersebut, yang menurutnya menyulitkan pihak OPM untuk menyampaikan informasi kondisi terkini dari lapangan.

Selain itu, unit intelijen OPM, dikatakan Sambom, melaporkan dugaan penyiksaan terhadap warga sipil bernama Peranus Balingga oleh anggota TNI di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Insiden tersebut diklaim terjadi pada Minggu (29/6/2025) dini hari. Peranus disebut telah dibebaskan pada sore harinya, namun dalam kondisi luka dan lebam di bagian punggung.

Sebagai pelengkap klaimnya, Sambom menyertakan beberapa foto. Salah satunya memperlihatkan puluhan warga termasuk balita berfoto bersama prajurit TNI di depan gedung SD Inpres Wangbe, sambil membentangkan bendera Merah Putih.

Foto tersebut menunjukkan suasana yang tampak kondusif, bertolak belakang dengan narasi ketakutan yang disampaikan pihak OPM.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak TNI melalui Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel TNI Winaryo, belum memberikan tanggapan atas tuduhan yang disampaikan TPNPB-OPM tersebut.

megapolitanco
Editor