Megapolitan.co – Program Sekolah Rakyat yang dijalankan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tidak hanya fokus pada pemerataan akses pendidikan, tetapi juga pada penyediaan fasilitas belajar yang lengkap dan layak bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Melalui pembangunan sarana modern di berbagai daerah, pemerintah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pengembangan keterampilan.
Di tahun ajaran 2025/2026, 159 titik Sekolah Rakyat telah beroperasi, menampung 15.370 siswa dengan dukungan ribuan pendidik dan tenaga kependidikan.
Investasi besar ini bertujuan memastikan bahwa siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan keterampilan praktis.
Kunjungan Menteri PU Dody Hanggodo ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 30 Medan memperlihatkan bagaimana fasilitas yang dibangun telah menjadi nilai tambah bagi proses belajar.
Ia menyebut Sekolah Rakyat bukan hanya ruang kelas, melainkan “rumah kedua” bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan penuh dalam tumbuh kembangnya.
SRT 30 Medan kini dilengkapi asrama 36 kamar, ruang makan komunal, workshop untuk pelatihan keterampilan, sarana ibadah, lapangan olahraga, serta fasilitas keamanan dan kenyamanan seperti CCTV, kipas angin, jaringan listrik yang diperbaiki, dan sistem perpipaan air baru. Fasilitas ini dirancang agar siswa dapat belajar, tinggal, dan beraktivitas dengan standar yang lebih baik.
Tahap I pembangunan telah menghasilkan renovasi 165 Sekolah Rakyat, sementara Tahap II menargetkan pembangunan sekolah permanen di 104 lokasi dari Aceh sampai Papua.
Jika semua rampung, kapasitas total sekolah ini akan mencapai 112.320 siswa dengan 3.744 rombel pada tahun ajaran 2026/2027.
Kepala SRT 30 Medan, Syahripal Putra, mengapresiasi kualitas fasilitas baru tersebut. Ia mengatakan bahwa lingkungan belajar yang lebih layak turut meningkatkan motivasi siswa untuk berprestasi.
Sementara itu, Kementerian PU memastikan program ini akan terus diperluas.
“Dengan menghadirkan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat: sekolah rakyat untuk akses pendidikan, air minum aman dan layak, serta sarana dan prasarana publik lainnya, kami menjalankan arahan Presiden untuk membangun negeri dari bawah,” ucap Dudy.






Tinggalkan Balasan