Di tangan Wahid, beberapa program pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik di daerahnya mulai terlihat.
Naik ke Panggung Provinsi
Setelah masa jabatannya di kabupaten berakhir, Abdul Wahid mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubernur Riau 2024.
Dengan gaya blusukan dan kampanye sederhana, ia berhasil menarik simpati masyarakat. Ia resmi dilantik sebagai Gubernur Riau periode 2025–2029 pada Februari 2025.
Namun masa pemerintahannya baru berjalan delapan bulan ketika KPK melakukan OTT yang menyeret namanya.
Harapan dan Citra yang Berbalik
Abdul Wahid dikenal sebagai pemimpin muda dengan citra bersih dan sederhana.
Latar belakangnya yang berasal dari kalangan bawah sempat menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Riau.
Namun, OTT KPK yang menjeratnya kini menimbulkan kekecewaan di kalangan publik, terutama para pendukungnya yang dulu menganggapnya sosok anti-korupsi.
Meski begitu, proses hukum masih berjalan dan KPK belum resmi menetapkan status tersangka kepada Abdul Wahid.
Publik kini menunggu hasil pemeriksaan lembaga antirasuah itu untuk memastikan sejauh mana peran Gubernur Riau dalam dugaan kasus korupsi proyek infrastruktur tersebut.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan OTT di wilayah Riau yang melibatkan kepala daerah.
Dalam operasi yang dilakukan pada Senin malam tersebut, tim penindakan KPK mengamankan sepuluh orang, termasuk Gubernur Riau, Abdul Wahid.
“Benar, KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di Provinsi Riau. Ada sekitar 10 orang yang diamankan, salah satunya Gubernur Riau Abdul Wahid,” ujar Budi dalam keterangannya, Senin 3 Oktober 2025.
Budi menambahkan, tim masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh pihak yang diamankan.
“Saat ini, para pihak yang diamankan masih berstatus terperiksa. Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK untuk memastikan konstruksi perkara dan peran masing-masing pihak,” tandasnya.






Tinggalkan Balasan