Megapolitan.co – Pemerintah memacu pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Sumatra Barat.
Percepatan ini dilakukan agar masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dapat segera menempati hunian layak, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Di sejumlah wilayah, huntara telah selesai dibangun dan mulai dihuni warga. Sementara itu, di beberapa titik lain, proses konstruksi masih berlangsung secara bertahap.
Salah satu lokasi pembangunan huntara berada di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan.
Hingga Senin (9/2/2026), aktivitas pembangunan masih berlangsung dengan para pekerja menyusun rangka baja ringan untuk unit-unit huntara.
Deretan bangunan tampak telah berdiri, sebagian sudah dilengkapi dinding papan kayu dan atap seng. Pada tahap berikutnya, para pekerja terlihat menyelesaikan pengecoran lantai agar hunian dapat segera digunakan.
Setiap unit huntara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar penghuni. Pemerintah memastikan fasilitas seperti akses air bersih, sambungan listrik, kamar tidur, serta kamar mandi akan tersedia di setiap bangunan.
Dalam proses pembangunan, personel TNI dan Polri ikut terlibat membantu pengerjaan huntara bersama masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan di wilayah terdampak.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan percepatan pembangunan huntara dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan mempertimbangkan kenyamanan warga yang terdampak bencana.
“Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas Muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meski dalam kondisi pascabencana,” ujar Dody.
Pemerintah berharap, dengan tersedianya huntara sebelum Ramadan, warga terdampak dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih aman dan nyaman di tengah proses pemulihan pascabencana.






Tinggalkan Balasan