Karena itu, kritik terhadap MBG lebih tepat diarahkan pada seberapa efektif mekanisme pengawasan, seberapa cepat persoalan ditemukan, dan apakah SPPG yang bermasalah benar-benar diperbaiki, bukan semata-mata menyimpulkan bahwa seluruh program gagal.
Pemerintah Perketat Standar Keamanan Pangan
Aspek keamanan pangan menjadi salah satu titik yang paling penting dalam evaluasi MBG.
Pemerintah sebelumnya telah mewajibkan SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bahkan menegaskan kewajiban tersebut sebagai bagian dari upaya mencegah berulangnya kejadian keracunan.
“Harus atau wajib hukumnya. Setiap SPPG harus punya SLHS. Harus,” kata Zulhas dalam konferensi pers penanggulangan kejadian luar biasa pada program MBG di Jakarta.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan terhadap pemenuhan sertifikasi tersebut.
“Akan dicek. Kalau tidak ada, ini (keracunan) akan kejadian lagi dan lagi,” ujarnya.
Kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan keamanan pangan.
Justru, keberadaan standar seperti SLHS, mekanisme suspend, pemeriksaan sampel makanan, serta evaluasi SPPG menjadi instrumen yang harus terus diperkuat.
Evaluasi SPPG Menjadi Kunci
Pemerintah juga telah menjadikan kualitas makanan sebagai bagian penting dalam evaluasi MBG.
Tinggalkan Balasan