Megapolitan.co – Dua rombongan besar, mahasiswa Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Jawa Tengah dan anggota Perhimpunan Ojek Online Indonesia (O2), datang untuk berziarah ke makam Presiden RI ke-2, Soeharto di Astana Giribangun.

Kunjungan ini bukan sekadar prosesi rutin, tetapi bentuk penghormatan yang mereka maknai sebagai kesempatan membaca ulang sejarah sekaligus meneladani nilai kepemimpinan yang diwariskan Soeharto.

Sekjen AMAN Jateng, Wafiq Akbar Hasibuan, menjadi salah satu yang paling menekankan pentingnya memahami perjalanan sejarah secara menyeluruh.

“Kontribusi Soeharto terhadap fondasi pembangunan nasional sangat signifikan. Generasi muda perlu memahami konteks sejarah secara komprehensif,” ujarnya.

Rombongan mahasiswa disambut oleh Sukirno, Abdi Dalam Astana Giribangun, sebelum mengikuti doa bersama, tabur bunga, dan hening cipta.

Sukirno menyebut ziarah ini sebagai sarana menjembatani generasi muda dengan perjalanan sejarah bangsa melalui falsafah Jawa Mikul Dhuwur, Mendhem Jero.

Sementara itu, rombongan O2 datang dengan semangat berbeda namun tetap bermuara pada nilai penghormatan. Ketua Umum O2, Cecep Saripudin, menilai kehadiran mereka sebagai cara merawat warisan kepemimpinan dari tokoh nasional.

“Semangat kerja keras, tanggung jawab, dan kepedulian sosial yang diwariskan para pendahulu bangsa harus terus dijaga dan dilanjutkan,” kata Cecep, Minggu (16/11/2025).

Ia juga menegaskan dukungan O2 terhadap pemerintah dalam penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto. Di sisi lain, seorang driver ojol, Edo, mengaku menemukan motivasi dari nilai-nilai yang dia kenal tentang Soeharto.

“Nilai-nilai beliau memberi inspirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan ziarah itu sekaligus memperkuat solidaritas anggota O2 serta membantu menggerakkan perekonomian warga sekitar yang mengandalkan aktivitas wisata religi.

Kedatangan dua kelompok ini menunjukkan bahwa Astana Giribangun tidak hanya menjadi tempat peristirahatan seorang tokoh nasional, tetapi juga arena pembelajaran terbuka bagi masyarakat.

Selain memperkuat kesadaran sejarah, meningkatnya aktivitas ziarah turut memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar.

Tradisi ziarah tersebut juga dianggap penting dalam menjaga ingatan kolektif mengenai perjalanan panjang kepemimpinan Soeharto, termasuk perannya dalam pembangunan bangsa.

megapolitanco
Editor