Menanggapi kritik dari Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina, yang menyarankan agar BGN meninjau ulang pemilihan India sebagai model, pemerintah menegaskan bahwa cakupan MBG Indonesia jauh lebih luas dibanding program India.
Selain siswa SD dan SMP, MBG juga menyasar balita, ibu hamil, sekolah swasta, pesantren, hingga sekolah berasrama.
Pemerintah menilai, tantangan gizi dan kemiskinan di India justru memberikan pelajaran penting bagi Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Program makan siang di sekolah bukanlah hal yang baru. Berdasarkan data Global Child Nutrition Foundation (GCNF) tahun 2024, sudah ada 146 negara yang melaksanakan program serupa dengan berbagai skala cakupan,” tulis laporan TII.
Menuju Indonesia Bebas Malnutrisi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah menjangkau lebih dari 37 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia berkat sinergi lintas sektor.
Dengan belajar dari pengalaman India, Indonesia menargetkan peningkatan efisiensi distribusi pangan bergizi dan penguatan sistem gizi nasional secara menyeluruh.
Kolaborasi Indonesia–India ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun generasi sehat, produktif, dan bebas malnutrisi, sekaligus menegaskan langkah menuju Indonesia Emas 2045 yang berdaulat dalam pangan dan kesejahteraan rakyat.






Tinggalkan Balasan