Ia menekankan perlunya satu komando penanganan bencana agar koordinasi berjalan lebih ringkas dan bantuan bisa tersalurkan tanpa hambatan birokrasi.

Semua unsur, pemerintah pusat dan daerah, BNPB, TNI-Polri, dunia usaha, ormas, hingga relawan, diminta bergerak dalam kerangka yang sama untuk mempercepat proses penyelamatan dan distribusi logistik.

Selain respons cepat, Bamsoet mendorong penanganan jangka menengah seperti rehabilitasi infrastruktur, perbaikan jalur distribusi, serta pemulihan psikososial bagi kelompok rentan.

Menurutnya, negara harus hadir dalam setiap tahap, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan kehidupan warga.

“Bencana bukan urusan satu lembaga. Ini adalah panggilan kemanusiaan bagi seluruh elemen bangsa. Kita bergerak cepat untuk menyelamatkan yang bisa diselamatkan dan memulihkan kehidupan warga yang terdampak. Tidak ada yang lebih penting daripada memastikan saudara-saudara kita di Sumatera mendapat perlindungan dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” kata Bamsoet.

Sebagai pimpinan di Partai Golkar dan Kepala Badan Bela Negara FKPPI, ia menambahkan bahwa sektor usaha melalui KADIN Indonesia sudah membantu menyediakan logistik darurat, mendirikan dapur umum, menopang transportasi distribusi bantuan, hingga mendukung perbaikan ekonomi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kerja bersama harus diperkuat.

“Prinsipnya jelas, respons cepat, tindakan nyata, dan gotong royong nasional. Ketika puluhan ribu warga terdampak bencana, yang mereka butuhkan bukan argumentasi, melainkan kehadiran negara dan solidaritas dari semua elemen bangsa,” pungkasnya.

Ronnie Sahala
Editor