Megapolitan.co – Kisruh politik di Kabupaten Subang terus memanas pasca mencuatnya dugaan gratifikasi sang Bupati.

Namun yang paling menyita perhatian publik, justru sikap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memilih diam dan tak berkomentar, terkesan mengambil jarak.

Dugaan gratifikasi yang dilontarkan Maxi, laporan pencemaran nama baik, hingga memanasnya hubungan antara pejabat struktural membuat Subang berada di bawah sorotan tajam.

Namun ketidakhadiran suara Gubernur Dedi dalam polemik ini menjadi tanda tanya yang tak kalah besar dari substansi masalahnya.

Ketua Macan Ali Nusantara, Sukandi, ikut menanggapi sikap bungkam Dedi Mulyadi yang menurutnya semakin memperburuk persepsi masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Ketua Macan Ali Nusantara, Sukandi. (Istimewa)

“Fenomena konflik internal pemerintahan antara pimpinan dan bawahan di Subang ini sudah meluas, melibatkan beberapa tokoh masyarakat dan elemen lembaga,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

“Namun, ada satu hal yang menarik: Bapak Gubernur kita hari ini bungkam, sementara kejadian ini di tanah kelahirannya sendiri. Itu yang menjadi pengamatan saya secara pribadi,” ungkapnya.

Sukandi menegaskan, saat ini publik tengah menunggu langkah konkret Dedi, bukan sekadar diam di tengah persoalan yang makin memanas.

Dalam penilaiannya, Sukandi mencatat dua kemungkinan yang dianggap menjadi alasan mengapa sang gubernur masih bungkam.

“Apakah hal tersebut dianggap biasa-biasa saja sehingga tidak menjadi perhatian Bapak Gubernur kita? Ataukah tidak menarik untuk dijadikan konten sehingga beliau turun, namun tidak di-up di media?” sindirnya.

Pertanyaan tersebut sontak memantik perdebatan, apakah diamnya Dedi Mulyadi merupakan pertimbangan politik, upaya menjaga jarak, atau sekadar tidak sesuai dengan narasi publikasi yang biasa ia tampilkan?

Di tengah memuncaknya isu gratifikasi dan konflik internal, absennya pernyataan Gubernur justru menjadi ruang kosong yang memicu spekulasi lanjutan. Sebagai putra daerah, publik menilai Dedi Mulyadi memiliki tanggung jawab moral untuk memberi arah di tengah kekacauan politik Subang.

megapolitanco
Editor