Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama PT Surveyor Indonesia, melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang di pesisir Pantai Ketapang, Kabupaten Pandeglang. Giat ini sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem laut.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari Program Pesisir Budaya Lestari yang diluncurkan di Desa Sukarame, Kecamatan Carita. Program ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa dan BUMN.

Selain pelestarian lingkungan laut, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir serta meningkatkan kesadaran sosial secara berkelanjutan hingga akhir 2026.

Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan penanaman terumbu karang sebagai langkah rehabilitasi ekosistem bawah laut yang mengalami ancaman kerusakan di sejumlah kawasan pesisir.

Upaya ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan habitat biota laut sekaligus mendukung potensi ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor kelautan dan pariwisata.

Dekan Fakultas Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara, Maria Advenita Gita Elmada, mengatakan Desa Sukarame dipilih karena sebelumnya telah menjadi desa dampingan PT Surveyor Indonesia melalui program revitalisasi sarana air bersih.

“Desa Sukarame memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis keberlanjutan. Karena itu, program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Maria, Jumat, 19 Juni 2026.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan program pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi warga pesisir.

Sementara itu, Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Surveyor Indonesia, Martiyanto Tejo Purnomo, menjelaskan perusahaan terlebih dahulu melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat sebelum menjalankan program pemberdayaan.

“Kami memulai program ini dengan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sehingga kegiatan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Kolaborasi dengan UMN juga menjadi faktor penting agar program dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan,” kata Tejo.

Ia menegaskan Program Pesisir Budaya Lestari tidak dirancang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan bagian dari rencana jangka menengah yang telah disusun hingga akhir 2026.

Melalui program tersebut, berbagai kegiatan pemberdayaan dan pelestarian lingkungan akan terus dilakukan untuk mendukung terwujudnya kawasan pesisir yang produktif, lestari, dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sukarame dan sekitarnya.