Megapolitan.co – Dampak konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan ketegangan Israel dan Iran mulai dirasakan hingga ke tingkat pelaku usaha kecil di Indonesia.

Kenaikan harga sejumlah bahan baku, seperti kedelai dan plastik, disebut memukul biaya produksi para pelaku usaha, termasuk pengrajin tempe di Kabupaten Lebak, Banten.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Abah Momoy, pengusaha tempe di Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung. Ia mengaku kenaikan harga kedelai terjadi cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Kalau sebelumnya masih di bawah Rp420 ribu per karung, sekarang sudah sekitar Rp575 ribu per karung,” ujar Abah Momoy, Jumat 10 April 2026.

Tak hanya kedelai, bahan pendukung produksi seperti plastik kemasan juga mengalami kenaikan. Dari yang sebelumnya sekitar Rp10 ribu per bungkus, kini naik menjadi sekitar Rp17 ribu.

Kondisi tersebut membuat para pelaku usaha kecil harus memutar otak agar tetap bisa bertahan di tengah tekanan biaya produksi.

Abah Momoy memilih tidak langsung menaikkan harga jual tempe karena khawatir akan berdampak pada daya beli pelanggan.

“Tidak mudah menaikkan harga, saya khawatir konsumen tidak bisa menerima. Jadi saya tetap jual dengan harga lama, tapi ukuran tempe saya kecilkan supaya masih bisa bertahan,” katanya.

Meski dihadapkan pada situasi sulit, Abah Momoy tetap menjalankan usaha seperti biasa demi menjaga pemasukan keluarga.

Ia berharap harga bahan baku bisa kembali stabil dan pemerintah memberi perhatian lebih kepada pelaku usaha kecil yang tengah tertekan kondisi ekonomi global.

“Harapannya harga bisa normal lagi, dan ada perhatian dari pemerintah untuk kami para pelaku usaha kecil,” pungkasnya.

megapolitanco
Editor