Megapolitan.co – Video rombongan kendaraan wisatawan yang menolak arahan petugas di Simpang Teneng, Kecamatan Cinangka, memicu perhatian publik.

Polda Banten angkat bicara dan menjelaskan kronologi kejadian yang tengah viral tersebut.

Polisi mengatakan rombongan wisatawan berasal dari arah Cinangka dan ingin menikmati objek wisata air di Anyer.

Mengingat volume kendaraan yang padat, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan ke arah Carita untuk mengurai kepadatan.

Namun, beberapa pengendara tidak mematuhi pengalihan dan memotong antrean. Mereka sempat terlibat adu mulut dengan pengendara lain yang juga hendak berwisata, sehingga situasi menjadi tegang.

Petugas pun segera menenangkan kondisi dan memberi imbauan agar wisatawan mematuhi aturan demi keselamatan bersama.

Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menekankan bahwa rekayasa lalu lintas adalah pelayanan kepada masyarakat untuk sebagai upaya keselamatan dan kelancaran arus kendaraan, terutama di kawasan wisata yang mengalami lonjakan pengunjun.

“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas dan tidak memaksakan diri memasuki jalur yang telah ditutup,” ujar Maruli dalam keterangannya, dikutip Rabu (25/3/2026).

Ia menambahkan bahwa kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci terciptanya situasi aman dan kondusif, terutama saat mobilitas wisatawan meningkat.

“Polda Banten mengajak seluruh masyarakat untuk membangun budaya tertib berlalu lintas dengan mengedepankan sikap saling menghargai dan disiplin di jalan, sehingga momen liburan dapat berjalan aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua pengguna jalan,” kata Maruli.

Ia pun mengimbau agar masyarakat dan wisatawan bijak dalam berkendara serta selalu mematuhi aturan demi keselamatan bersama.

Sinergi antara petugas dan masyarakat diharapkan menjaga kelancaran arus lalu lintas di kawasan Anyer–Cinangka tetap aman dan tertib.

megapolitanco
Editor