Megapolitan.co – Upaya memperkuat kemandirian pelaku usaha mikro kembali ditegaskan PT PLN (Persero) UID Jakarta Raya dalam diskusi yang digelar bersama Kamaksi di Resto Masmiskun, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

Forum ini mengupas strategi pemberdayaan UMKM binaan yang dijalankan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Senior Officer Komunikasi dan TJSL PT PLN UID Jakarta Raya, Septa Aryo Widyanarko, menjelaskan bahwa program pembinaan mengacu pada regulasi Kementerian BUMN.

“Sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor per 05/MBU/04/2021 tentang Program TJSL BUMN, kami berkomitmen membina usaha mikro dan kecil agar lebih tangguh dan mandiri. Meski di DKI Jakarta terdapat 658.365 UMKM, baru sekitar 12.631 UMKM atau kurang dari 2% yang terserap dan mendapatkan manfaat dari Rumah BUMN, khususnya PLN. Oleh karena itu, PLN UID Jakarta Raya membentuk Hub UMK Jakarta pada 10 Juni 2023 sebagai langkah strategis memperluas dampak program TJSL kami,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Data tersebut menunjukkan tantangan besar dalam menjangkau ratusan ribu pelaku UMKM di ibu kota. Pembentukan Hub UMK Jakarta menjadi salah satu strategi mempercepat perluasan akses pembinaan, pelatihan, hingga penguatan jejaring usaha.

Septa juga memaparkan hasil evaluasi internal atas dampak program yang telah berjalan.

“Tim TJSL PLN telah mampu memenuhi lebih dari 90% harapan masyarakat terkait aspek dampak program, dengan nilai capaian 90,66%. Untuk keberlanjutan program, kami juga melampaui ekspektasi hingga 94,29%,” ungkapnya.

Selain peningkatan kapasitas usaha, program ini diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam mendorong ekonomi lokal yang inklusif dan berdaya tahan.

Diskusi tersebut dihadiri pelaku UMKM, aktivis sosial, serta insan media yang ingin mengetahui lebih jauh peluang kolaborasi dalam penguatan sektor usaha mikro di Jakarta.

Septa menyampaikan optimisme atas sinergi multipihak. “Kami optimis melalui sinergi bersama berbagai pemangku kepentingan, UMKM binaan PLN dapat tumbuh dan menjadi pilar penggerak ekonomi yang tangguh di Jakarta,” imbuhnya.

Solusi Kabel Liar, PLN Dorong Pengajuan SPLU Berkelompok

Tak hanya fokus pada pelatihan, PLN juga menyoroti persoalan klasik yang dihadapi UMKM pinggir jalan: praktik tarik kabel liar untuk mendapatkan pasokan listrik. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan sekaligus merugikan jaringan distribusi.

Melalui program TJSL, PLN menggagas solusi konkret berupa pengajuan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) secara berkelompok.

Skema ini memungkinkan para pelaku usaha memperoleh akses listrik yang legal, aman, dan lebih terjangkau.

Pendekatan kolektif tersebut membuat proses administrasi lebih sederhana dan biaya dapat ditanggung bersama.

Dengan demikian, pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada sambungan tidak resmi yang rawan kecelakaan listrik maupun pelanggaran aturan.

PLN memastikan pendampingan teknis dan edukasi terus diberikan agar para pelaku usaha memahami pentingnya penggunaan listrik yang sah serta bertanggung jawab.

Sementara Ketua Kamaksi Joko Priyoski menilai langkah tersebut sebagai bentuk respons nyata terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ini yang dibutuhkan masyarakat kami atas nama Kamaksi berterima kasih dengan program TJSL ini yang tentunya pelatihan terarah terukur bisa menambah pundi pundi uang tentunya untuk kesejahteraan masyarakat,” ucap Joko Priyoski.

megapolitanco
Editor