Megapolitan.co – Pemerintah memproyeksikan realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp60 triliun hingga akhir triwulan I 2026. Belanja besar tersebut diyakini akan menjadi motor penggerak ekonomi pada awal tahun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal itu usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta,.
“Dilaporkan juga bahwa MBG sampai dengan kuartal pertama diperkirakan akan ada realisasi anggaran sebanyak Rp60 triliun rupiah. Hal ini tentu akan mendorong stimulasi perekonomian,” ujar Airlangga seusai rapat.
Menurutnya, perputaran anggaran MBG tidak hanya berdampak pada sektor pangan dan distribusi, tetapi juga memicu aktivitas ekonomi di berbagai daerah melalui rantai pasok bahan makanan, logistik, hingga tenaga kerja.
Selain MBG, pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus tambahan untuk menjaga momentum pertumbuhan pada triwulan I. Salah satunya adalah kebijakan diskon tarif transportasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026.
Stimulus tersebut meliputi potongan harga tiket kereta api sebesar 30 persen, angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan hingga 100 persen, serta diskon tiket pesawat sekitar 17–18 persen.
“Estimasi anggarannya secara keseluruhan adalah Rp911,16 miliar, di mana porsi APBN sebesar Rp639,86 miliar dan non-APBN sebesar Rp271,3 miliar,” jelas Airlangga.
Di sisi lain, pemerintah juga akan menggulirkan bantuan pangan pada Februari 2026 untuk 35,04 juta keluarga penerima manfaat yang masuk kategori desil 1 hingga 4.
Setiap keluarga akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng dengan total anggaran Rp11,92 triliun.
“Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat menjaga kelancaran logistik,” tambahnya.
Pemerintah berharap kombinasi belanja negara dan stimulus konsumsi tersebut mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2026.






Tinggalkan Balasan