Megapolitan.co – Pemulihan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat terus digenjot.
Pemerintah bersama TNI mempercepat pembersihan dan rehabilitasi sekolah serta pesantren agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan lebih nyaman dan aman.
Hingga Senin (9/2/2026) personel TNI terjun langsung melakukan kerja bakti di sejumlah fasilitas pendidikan.
Fokus utama diarahkan pada pembersihan lingkungan sekolah serta perbaikan tampilan bangunan yang terdampak.
Di Kabupaten Agam, prajurit TNI melakukan pengecatan ulang dan penataan area di SMP Negeri 1 Maninjau, Tanjung Raya. Kegiatan tersebut berlangsung di tengah aktivitas belajar mengajar yang sudah kembali berjalan.
Tembok bagian luar ruang kelas dicat ulang, sementara lingkungan sekolah dirapikan untuk menunjang kenyamanan siswa.
Hingga saat ini, proses pengerjaan di sekolah tersebut dilaporkan telah mendekati tahap akhir.
Sementara itu, upaya serupa juga dilakukan di Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI), Kabupaten Solok.
Bersama masyarakat sekitar, personel TNI mengecat pagar dan pintu ruang kelas, serta meninggikan tembok pembatas pesantren. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari mitigasi guna meminimalkan potensi dampak banjir di kemudian hari.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa proses pembelajaran di wilayah Sumatra Barat dan Sumatra Utara telah kembali berjalan sepenuhnya. Meski demikian, kondisi sarana dan prasarana pendidikan masih memerlukan pembenahan.
Oleh karena itu, percepatan rehabilitasi fasilitas pendidikan menjadi prioritas agar siswa dan santri dapat menjalani kegiatan belajar dalam lingkungan yang lebih layak, aman, dan kondusif.






Tinggalkan Balasan