Megapolitan.co – Armani, satu-satunya guru di SDN Sorongan 2 Kelas Jauh, terus mengabdi sejak 2008 meski sekolahnya berada di tengah keterbatasan.
Setiap pagi, ia menempuh perjalanan sekitar 15 kilometer, melintasi dua sungai dan melewati jembatan bambu demi bisa tiba di sekolah yang berdiri di pelosok Cibaliung, Pandeglang, Banten.
Setibanya di sekolah, fasilitas yang minim menjadi tantangan sehari-hari. Bangunan kelas yang memudar, lantai terlepas, plafon rusak, hingga ketiadaan toilet tak menyurutkan proses belajar mengajar. Semangat para siswa dan tekad untuk terus belajar menjadi alasan Armani tetap bertahan.
Semangat murid-murid yang selalu antusias datang belajar menjadi alasan Armani bertahan selama 17 tahun, meski sekolah di pelosok ini masih minim perhatian pemerintah. Ia berharap pemerintah dapat memberikan akses yang lebih mudah untuknya mengajar.






Tinggalkan Balasan