Megapolitan.co – Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyampaikan keprihatinan atas insiden ledakan yang terjadi di luar lingkungan Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu 17 Mei 2026.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan, TNI tidak terlibat dalam peristiwa ledakan tersebut.
Ia juga menyesalkan munculnya tuduhan di media sosial yang langsung mengarah kepada TNI/Polri.
“Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI/Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut,” katanya, Senin, 18 Mei 2026.
Wirya mengatakan, tim gabungan saat ini masih melakukan pendalaman dan verifikasi di lokasi kejadian. Namun dari hasil temuan awal, granat yang ditemukan disebut memiliki karakteristik yang berbeda dari granat standar milik TNI.
Selain itu, ia memastikan TNI tidak menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, terlebih di kawasan rumah ibadah.
Menurutnya, TNI selama ini mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan di Papua.
“Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pendalaman dan verifikasi di lapangan. Namun demikian, dari temuan awal dapat kami sampaikan, granat yang ditemukan di lokasi memiliki karakteristik yang tidak sesuai dengan granat standar yang digunakan TNI,” ujarnya.
Lebih lanjut, Koops TNI Habema mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi memicu gangguan keamanan di wilayah Intan Jaya.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya. Insiden ini sangat mungkin merupakan aksi provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah TNI dengan masyarakat Papua,” ucapnya.
Saat ini Satgas Koops Habema masih melakukan patroli dan pengamanan di wilayah tersebut guna mencegah insiden serupa kembali terjadi.
TNI juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak gereja dan tokoh masyarakat setempat untuk memberikan bantuan kepada korban.
“Kami akan terus memberikan update perkembangan secara transparan sesuai fakta yang diperoleh dari tim di lapangan,” tandas Wirya.






Tinggalkan Balasan