Megapolitan.co – Proyek pemasangan u-ditch yang dikerjakan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi di Jalan KH Muchtar Thabrani, dari Margamulya hingga Perwira, dinilai asal-asalan.
Dugaan ini mencuat setelah seorang tokoh pemuda Bekasi Utara, Indra Gunawan, menilai proyek tersebut “amburadul” dan sarat kejanggalan.
Proyek peningkatan saluran irigasi yang menelan anggaran Rp185 juta dan dikerjakan CV Gio Sumber Niaga itu disebutnya dibiarkan berjalan tanpa kendali mutu.
Gunawan menyoroti rangkaian pekerjaan, sejak pemasangan u-ditch hingga pengerukan lumpur, menunjukkan indikasi pembiaran.
Hasil penelusuran Gunawan menguatkan kritiknya. Ia menemukan sejumlah bagian pekerjaan yang dikerjakan sekadarnya, termasuk pemasangan u-ditch yang tidak rapi dan penggunaan material lama yang dinilai tak sesuai.
“Kemana pengawas dan konsultan lapangan proyek, masa pekerjaan dikerjain asal jadi begini, pemasangan U-ditch dilongkap-longkapin, u-ditch ada beberapa spek masih menggunakan yang lama, lumpurnya gak diangkat, amburadul proyeknya,” kata Guns, sapaan akrabnya, Rabu (3/12/2025).
Gunawan menilai proyek yang bersumber dari APBD Kota Bekasi itu semestinya dapat dikerjakan dengan standar profesional, mengingat fungsinya vital untuk kelancaran aliran air dari area pemukiman hingga usaha warga di sepanjang jalur tersebut.
Namun, pekerjaan di lapangan justru dinilai berpotensi menambah masalah baru, seperti tersumbatnya saluran dan risiko banjir saat hujan.
“Kemana pengawasan? Ini mah tidur pengawas, kerjaan begini asal jadi saja dibiarkan. Coba lihat dengan mata kepalanya di lapangan, apa dibenarkan pekerjaan saluran irigasi masih bikin mampet jalannya air, ini uang rakyat pajak rakyat, bukan duit pejabat,” ujarnya.
Ia bahkan menuding pengawas dan konsultan proyek bekerja tanpa keseriusan. Gunawan mendesak pimpinan DBMSDA maupun pihak terkait lainnya turun langsung meninjau kondisi di lapangan, agar tidak tutup mata terhadap dugaan pengerjaan buruk ini.
“Kalau bukan tidur apa?, klo mereka-mereka semua ada di lapangan, proyek peningkatan saluran irigasi gak mungkin begini. Makan gaji buta mereka semua yang di lapangan,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DBMSDA Kota Bekasi dan konsultan proyek belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.






Tinggalkan Balasan