Megapolitan.co – Hujan deras yang tak kunjung reda selama berhari-hari, nyaris memakan korban, Jumat, 14 November 2205 sore. Sebuah rumah semi permanen milik warga bernama Dudung di Kampung Gardu Tanjak, Kecamatan Pandeglang, ambruk seketika, menyisakan kepanikan dan jeritan warga.
Bagian depan rumah runtuh lebih dulu, disusul pecahan kayu dan tembok yang berserakan. Di tengah hujan yang masih mengguyur, warga panik berlarian ketika mengetahui pemilik rumah masih berada di dalam, tepatnya di dapur, saat bangunan itu roboh. Evakuasi pun dilakukan dengan tangan kosong, berpacu dengan waktu.
Ain, saksi mata yang pertama kali mendengar suara ambruknya rumah, mengaku dadanya langsung berdebar.
“Saat kejadian itu lagi hujan. Saya kaget dengar suara rumah ambruk. Pak Dudung tinggal sendiri, dan waktu kejadian, orangnya ada di dapur,” ucapnya dengan suara bergetar.
Beruntung, Dudung berhasil ditarik keluar sebelum puing-puing tambahan menyusul runtuh. Namun, rumah yang selama ini ia tinggali kini hanya menyisakan dinding yang retak dan lantai berlumpur.
Sementara Kabid Kedaruratan BPBD Pandeglang, Lilis Sulistiati, menjelaskan bahwa ambruknya rumah tak hanya disebabkan hujan ekstrem, tetapi juga kondisi bangunan yang sudah rapuh.
“Curah hujan tinggi beberapa hari ini ditambah kondisi rumah yang memang sudah tidak layak menjadi penyebab bangunan tersebut ambruk,” jelas Lilis.
BPBD Pandeglang kembali mengingatkan warga untuk tetap waspada. Dengan intensitas hujan tinggi yang terjadi setiap hari, ancaman bencana bisa datang kapan saja, tanpa peringatan.






Tinggalkan Balasan