Megapolitan.co – Ratusan warga dari Kecamatan Bojonegara dan Puloampel, Kabupaten Serang, Banten, memblokade Jalan Raya Cilegon Timur.

Aksi mereka memicu kemacetan panjang karena jalur utama menuju akses tol Cilegon Timur, lumpuh total.

Aksi blokade sempat memanas ketika massa bersitegang dengan aparat kepolisian yang berjaga. Petugas berupaya mencegah warga masuk ke simpang akses Tol Cilegon Timur, namun pengunjuk rasa menolak mundur.

Warga mengaku geram dengan meningkatnya aktivitas truk tambang yang melintas setiap hari. Mereka menuding para pemilik armada tidak mengindahkan aturan pembatasan jam operasional yang telah ditetapkan Gubernur Banten.

“Truk-truk ini makin banyak, muatannya juga berlebihan. Sudah sering membahayakan warga, bikin usaha kami sepi, dan jalan macet terus. Sudah beberapa kali diperingatkan, tapi diabaikan,” ujar Onny Najib, warga Bojonegar di lokasi, Senin (17/11/2025).

Para demonstran juga menyoroti banyaknya truk over dimension dan over loading (ODOL) yang dinilai menjadi biang kemacetan dan kerusakan jalan.

Koordinator aksi, Fahmi, mengatakan tuntutan warga saat ini ingin agar Gubernur Banten Andra Soni turun langsung untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kami butuh solusi yang jelas. Gubernur harus datang dan berdiskusi langsung dengan warga soal masalah truk tambang ini. Kami tidak akan bubar sebelum ada jawaban,” tandasnya.

Aksi blokade jalan membuat ribuan kendaraan dari berbagai arah terjebak kemacetan panjang. Meski begitu, warga menyatakan akan tetap bertahan di lokasi hingga tuntutan mereka dipenuhi.

megapolitanco
Editor