Megapolitan.co – Banjir merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu dini hari.
Banjir disebut sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir setelah aliran sungai di wilayah tersebut tak mampu lagi menampung debit air.
Air menggenangi permukiman di dua desa, yakni Desa Bojonegara dan Desa Margagiri. Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi jalan nasional Bojonegara–Pulau Ampel sehingga menghambat aktivitas warga.
Sejumlah kendaraan roda dua yang nekat melintas bahkan dilaporkan mogok akibat tingginya genangan air di badan jalan.
Warga menduga banjir semakin parah karena kondisi bukit di sekitar wilayah tersebut yang mulai gundul serta aktivitas tambang yang marak. Kondisi itu membuat aliran air hujan lebih cepat turun ke sungai dan menyebabkan luapan.
Ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter di sejumlah titik permukiman. Akibatnya, puluhan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari genangan yang terus meningkat.
Selain permukiman, banjir juga merendam fasilitas pendidikan, termasuk SMA Negeri 1 Bojonegara yang terdampak luapan sungai.
Hingga kini warga mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah, termasuk perahu karet untuk mengevakuasi warga yang rumahnya sudah terendam cukup dalam.
Seorang warga Bojonegara, Gufron, mengatakan banjir kali ini datang cepat dan merendam rumah warga dalam waktu singkat.
“Air datang cukup cepat sampai masuk ke rumah. Banyak warga yang akhirnya memilih mengungsi ke tempat yang lebih tinggi,” ujar Gufron, Minggu (8/3/2026).
Ia berharap pemerintah segera turun tangan membantu warga sekaligus menertibkan aktivitas tambang di wilayah Bojonegara yang dinilai memperparah kondisi lingkungan.
“Kami berharap pemerintah menertibkan tambang-tambang yang ada di Bojonegara, karena dampaknya sekarang dirasakan warga dengan banjir seperti ini,” katanya.
Warga juga khawatir ketinggian air masih akan bertambah mengingat hujan di wilayah tersebut hingga kini belum mereda.






Tinggalkan Balasan