Perdebatan itu menunjukkan adanya perbedaan cara pandang dalam memahami pernyataan Presiden. Sebagian melihat penggunaan istilah tersebut dari potongan pernyataan yang beredar, sementara pemahaman lainnya menempatkannya dalam konteks keseluruhan pidato.

Isi Pidato Presiden Jika Disimak Secara Utuh

Rekaman resmi pidato Presiden Prabowo yang dipublikasikan melalui Kanal YouTube Sekretariat Presiden (@SekretariatPresiden) memperlihatkan bahwa substansi pidato tidak hanya berbicara mengenai kritik maupun profesi tertentu.

Pidato tersebut secara lebih luas mengangkat persoalan kedaulatan bangsa, penguatan kemandirian ekonomi, serta upaya menjaga dan melindungi kekayaan sumber daya alam Indonesia.

Dalam konteks tersebut, penyebutan sejumlah profesi dapat dibaca sebagai ilustrasi Presiden mengenai kemungkinan adanya oknum yang dianggap ikut dalam agenda pihak luar.

Karena itu, istilah “londo ireng” dalam pidato tersebut dapat dipahami sebagai metafora terhadap sikap atau mentalitas yang dianggap mengutamakan kepentingan asing.

Pemaknaan itu berbeda dengan menyimpulkan bahwa Presiden melakukan generalisasi terhadap seluruh institusi pers, wartawan, jurnalis, pengamat, maupun LSM.

Presiden Tegaskan Indonesia Negara Demokrasi

Salah satu bagian penting dalam pidato Presiden adalah penegasan bahwa pemerintah tidak menutup diri terhadap kritik.

Berdasarkan rekaman resmi yang dipublikasikan Sekretariat Presiden, Prabowo secara langsung menyampaikan komitmen terhadap prinsip demokrasi sekaligus menjelaskan sikap pemerintah dalam menghadapi kritik.

Berikut pernyataan lengkap Presiden Prabowo Subianto:

“Kita negara demokrasi. Kita tidak anti kritik. Tapi kita bukan anak kecil. Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain.

Itu yang dulu kita sebut londo ireng, ya. Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain. Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM”.

Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya dua penekanan yang disampaikan Presiden secara beriringan. Pertama, pemerintah menyatakan tetap menerima kritik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.