Megapolitan.co – Dinamika politik di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka kembali bergolak menyusul penetapan jadwal pemungutan suara ulang pada 27 Agustus 2025.

Pilkada ini menjadi kelanjutan dari kegagalan Pilkada Serentak 2024 yang hanya menyisakan satu paslon dan berujung pada kemenangan kotak kosong.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) kini menetapkan empat pasangan calon di masing-masing wilayah, membuka kembali ruang kontestasi yang lebih kompetitif dan demokratis.

Pangkalpinang: Dari Kotak Kosong ke Empat Poros Baru

Empat pasangan calon siap bertarung memperebutkan kursi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang. Formasi paslon kali ini menghadirkan wajah-wajah lama dan baru—dari jalur independen hingga koalisi partai besar.

Berikut susunan dan nomor urut resmi paslon:

Nomor Urut 1: Eka Mulya Putra – Radmida Dawam (Independen)

Nomor Urut 2: Maulan Aklil – Zeki Yamani (Gerindra)

Nomor Urut 3: Saparudin – Dessy Ayutrisna (Koalisi PDIP, PKB, PAN, PPP, Demokrat, PKN)

Nomor Urut 4: Basit Sucipto – Dede Purnama Al Zulami (Koalisi Golkar, Nasdem, PKS, Partai Ummat, Partai Buruh)

Paslon independen Eka–Radmida kembali bertarung dengan semangat kotak kosong yang pernah mereka bela.

“Nomor satu adalah angka yang dulu kami pakai saat berjuang bersama kotak kosong. Kini kami kembali dengan semangat yang sama, untuk berada di barisan terdepan demi perubahan Pangkalpinang,” ujar Eka.

Eka adalah mantan anggota DPRD Babel dua periode, sementara Radmida merupakan mantan Sekda perempuan pertama di Pangkalpinang.

Molen–Zeki yang mengusung nomor urut 2 membawa narasi keberlanjutan kepemimpinan.

“Mungkin qodarullah, nomor dua ini adalah pertanda dua periode. Kami akan tetap santun, saling menghargai, dan terus bekerja untuk rakyat,” ucap Molen.

Saparudin–Dessy hadir dengan kekuatan akademisi dan akar rumput, disokong koalisi besar yang mengusung nomor identik dengan PDIP.

“Nomor ini sama dengan nomor partai utama kami, PDI Perjuangan. Kami optimis, ini angka keberuntungan untuk Pangkalpinang,” ujar Saparudin alias Prof Udin.

Sementara itu, Basit–Dede yang berada di nomor urut 4 menjanjikan pemerataan arah pembangunan.

“Kami ingin membawa kebaikan ke seluruh arah kota ini. Niat kami tulus, ingin benar-benar bekerja untuk rakyat,” kata Basit.

Kabupaten Bangka: Empat Kubu Berebut Kursi Bupati di Bangka, atmosfer persaingan tak kalah sengit. Empat figur kuat bersaing dengan koalisi yang cukup beragam.

Berikut daftar paslon dan nomor urutnya:

Nomor Urut 1: Feri Insani – Syahbudin (Gerindra, PDIP)

Nomor Urut 2: Naziarto – H. Usnen (Demokrat, PAN)

Nomor Urut 3: Aksan Virsyawan – Rustam Jasli (PKS, PPP)

Nomor Urut 4: Andi Kusuma – Budiyono (Koalisi besar 10 partai)

Feri Insani yang sebelumnya menjabat Sekda Babel tampak percaya diri dengan angka satu.

“Dari awal saya ambil nomor antrean 1, lalu gulungannya juga berisi angka 1. Ini insya Allah pertanda baik, bahwa kami akan menjadi pilihan utama masyarakat,” ujarnya.

Paslon Naziarto–Usnen membawa misi harmoni dan keseimbangan.

“Nomor dua adalah angka berpasangan, menggambarkan harmoni dan keberkahan. Seperti siang dan malam, kaya dan miskin. Semua butuh keseimbangan,” ucap Naziarto.

Pasangan Aksan–Rustam menegaskan komitmen pada pemerataan pembangunan di tiga wilayah kunci.

“Kami sudah mencita-citakan pengembangan agro wisata di timur, pembangunan kawasan tengah, dan peningkatan kawasan utara. Semuanya dalam skema tiga poros utama pembangunan,” ujar Aksan.

Sedangkan Andi Kusuma–Budiyono, dengan koalisi gemuk di belakangnya, optimis mengikuti jejak kemenangan terdahulu.

megapolitanco
Editor