Megapolitan.co – Upaya penyelamatan terhadap seorang pendaki asal Brasil berujung duka. JDSP (27), wisatawan perempuan yang sempat dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Rinjani, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari pencarian dramatis oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa nahas itu bermula saat JDSP bersama lima rekannya memulai pendakian dari jalur Sembalun, pada Jumat, 20 Juni 2025. Dalam perjalanan menuju puncak pada Sabtu pagi, korban mengalami kelelahan di kawasan Cemara Tunggal. Pemandu wisata menyarankan korban untuk istirahat, sementara lima pendaki lain tetap melanjutkan pendakian.

Namun, saat mereka menunggu di puncak, korban tak kunjung menyusul. Pemandu kemudian kembali ke lokasi istirahat, namun korban sudah tidak ada di tempat. Saat dilakukan pencarian, sang pemandu melihat cahaya senter di dasar tebing menuju arah danau, yang diduga milik korban.

“Pemandu melihat cahaya senter korban di bawah tebing dengan kedalaman sekitar 200 meter ke arah danau. Sehingga guide merasa curiga, cahaya senter tersebut adalah milik korban, kemudian langsung menghubungi petugas untuk dilakukan evakuasi,” ujar Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, Rabu (25/6/2025).

Menurutnya, misi pencarian sempat terkendala cuaca. Tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian pada Sabtu sekira pukul 09.50 WITA. Namun, kedalaman jurang dan kabut tebal menyulitkan manuver drone pencari dan menunda evakuasi.

Upaya pencarian pun terus berlanjut hingga hari ketiga. Pada Senin pagi (23/6), teknologi drone thermal akhirnya mampu mendeteksi keberadaan korban, sekitar 500 meter dari titik awal terjatuh.

“Korban ditemukan dalam posisi tidak bergerak di area bebatuan dan pasir. Tapi tim belum bisa menjangkau karena medan yang sangat curam,” kata Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.

Basarnas kemudian mengerahkan tim elite, Basarnas Special Group, untuk melakukan evakuasi. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pun mengambil langkah cepat dengan menutup sementara jalur pendakian dari Pelawangan 4 ke puncak Rinjani.

“Penutupan berlaku mulai 24 Juni hingga proses evakuasi selesai,” ucap Kepala Balai TNGR, Yarman Wasur.

Setelah perjuangan panjang, pada Selasa (24/6) pukul 18.00 WITA, satu anggota Basarnas berhasil mencapai lokasi korban di kedalaman sekitar 600 meter.

“Korban ditemukan tanpa tanda-tanda kehidupan,” kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii.

Diketahui, misi penyelamatan JDSP (27), pendaki asal Brasil yang dilaporkan terjatuh ke tebing Cemara Nunggal, Gunung Rinjani, memasuki hari keempat dengan kondisi penuh ketidakpastian. Tim SAR gabungan masih berjibaku menghadapi medan vertikal yang ekstrem serta cuaca yang tidak bersahabat.

Operasi gabungan melibatkan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), personel Polres Lombok Timur, Brimob Kompi 3 Batalyon B Polda NTB, TNI, BPBD, Damkar, dan puluhan relawan sejak Sabtu (21/6). Namun hingga Selasa (24/6), korban belum berhasil dievakuasi.

megapolitanco
Editor