Pengeboran Menjadi Tahap Pembuktian Potensi

Kegiatan eksplorasi melalui pengeboran dilakukan untuk membuktikan hasil studi sebelumnya. Penelitian awal dapat memperkirakan adanya potensi panas bumi, tetapi keberadaan sumber daya tersebut tetap perlu dibuktikan melalui pengeboran.

Dengan demikian, pengembangan Gunung Ungaran saat ini masih berada pada tahap pembuktian potensi dan belum memasuki fase pembangkit yang dipastikan beroperasi.

“Eksplorasi ini adalah bagian dari pembuktian dari studi tidak langsung.

Apakah betul di bawah itu ada potensi panas bumi, maka perlu dilakukan pengeboran hingga kedalaman 1.900 sampai 2.200 meter,” kata Dwi.

Apabila hasil pengeboran tidak menemukan uap atau panas bumi sesuai kebutuhan, kegiatan eksplorasi dapat dihentikan. Pencarian kemudian dapat dialihkan ke titik lain yang dinilai memiliki prospek.

Hal itu menunjukkan bahwa keberadaan WKP tidak otomatis memastikan seluruh rencana pengembangan panas bumi akan terlaksana seperti proyeksi awal.

Hasil eksplorasi akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan apakah proyek dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Aspek Lingkungan dan Kekhawatiran Masyarakat Tetap Menjadi Perhatian

Pembahasan mengenai Gunung Ungaran tidak hanya berkaitan dengan rencana pengeboran, kedalaman sumur, maupun nilai investasi proyek.

Kekhawatiran masyarakat juga menyangkut aspek lingkungan, keberadaan mata air, kawasan di sekitar Gunung Ungaran, hingga Candi Gedong Songo.

Kekhawatiran tersebut tetap perlu diuji melalui kajian serta proses perizinan lingkungan. Namun, potensi dampak tidak dapat langsung disamakan dengan kerusakan lingkungan yang sudah terjadi.

megapolitanco
Editor