Massa menyebut, pada awalnya terdapat pihak yang membantah bahwa anggota GRIB Jaya turun ke jalan. Namun, menurut mereka, setelah berbagai video beredar di internet, kemudian muncul pengakuan mengenai keberadaan anggota organisasi tersebut di lokasi kejadian.
Peserta aksi juga menyinggung pernyataan pimpinan organisasi yang disebut tidak berada di lokasi ketika peristiwa tersebut berlangsung.
Klaim itu menjadi bagian dari argumentasi massa dalam mendesak kepolisian melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan anggota GRIB Jaya dalam kerusuhan.
Desak Polri Independen dan Transparan
Selain menuntut pembubaran GRIB Jaya, peserta aksi menyatakan akan melanjutkan konsolidasi untuk membahas langkah berikutnya dalam mendorong upaya pemberantasan premanisme.
Mereka berencana melakukan audiensi dengan pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada pekan berikutnya.
Melalui audiensi tersebut, massa ingin meminta Polri menjalankan proses penanganan secara independen dan transparan.
Mereka berharap proses hukum terhadap setiap dugaan pelanggaran tidak dipengaruhi kepentingan kelompok tertentu sehingga masyarakat dapat memperoleh kepastian dan rasa aman.
Massa Siapkan Aksi Lanjutan
Peserta aksi juga menyatakan akan melihat perkembangan respons pemerintah dan DPR setelah demonstrasi tersebut berlangsung.
Apabila tidak ada tanggapan yang mereka anggap memadai, massa menyatakan akan kembali melakukan aksi.
Menurut peserta aksi, persoalan mengenai keamanan masyarakat dan dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok tertentu harus diselesaikan secara terbuka dalam kerangka negara hukum.
Tinggalkan Balasan