Megapolitan.co – Penurunan daya beli masyarakat hingga kondisi lapangan pekerjaan menjadi sejumlah catatan yang disampaikan pengamat politik Adi Prayitno terkait kinerja Purbaya Yudhi Sadewa selama menjabat Menteri Keuangan.
Adi menilai persoalan tersebut perlu dilihat bersamaan dengan klaim pemerintah mengenai pertumbuhan ekonomi yang positif dan meningkat secara signifikan.
Menurutnya, terdapat kondisi yang berbeda antara optimisme pemerintah dengan sejumlah indikator ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengganti Purbaya dari kursi Menteri Keuangan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin, 14 September 2026.
Jabatan tersebut kemudian diberikan kepada Suahasil Nazara, yang sebelumnya menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan.
Pergantian itu kemudian dikaitkan Adi dengan sejumlah faktor substantif, khususnya kondisi perekonomian nasional. Ia menyoroti daya beli masyarakat yang dinilainya masih mengalami tekanan meski pemerintah menyampaikan pertumbuhan ekonomi berada dalam kondisi positif.
“Secara rasional, secara substantif alasan Purbaya diganti tentu banyak faktor. Misalnya ada klaim pertumbuhan ekonomi naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi itu positif, itu kan statement yang disampaikan oleh pemerintah melalui menterinya. Tapi pada saat bersamaan daya beli masyarakat itu semakin menurun,” kata Adi dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).
Menurut Adi, persoalan ekonomi tidak hanya terlihat dari daya beli. Kondisi lapangan pekerjaan, terutama pada sektor formal, juga menjadi indikator yang perlu mendapat perhatian.
“Jadi wajar hal-hal seperti ini menjadi faktor penting bahwa Menteri Keuangan punya tanggung jawab besar dengan situasi keuangan yang ada di negara kita,” ujarnya.
Selain persoalan daya beli dan lapangan pekerjaan, Adi turut menyinggung pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ia menilai nilai tukar rupiah belum menunjukkan penguatan yang signifikan.
“Itu tentu menjadi catatan yang sifatnya minus,” tegas Adi.
Sorotan kemudian diarahkan pada pernyataan-pernyataan optimistis Purbaya sebelum dipercaya menjadi Menteri Keuangan.
Purbaya, kata dia, sempat menyampaikan keyakinan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
“Purbaya yang dalam banyak hal kalau dulu kita dengarkan pidato politiknya, ceramah politiknya, penuh dengan optimisme. Dia sebut gampanglah kalau sekadar pertumbuhan ekonomi di Indonesia 6 persen di depan mata, 7 persen itu tinggal menghitung waktu dan seterusnya,” ungkapnya.
Namun, menurut Adi, optimisme tersebut belum sepenuhnya terlihat dalam sejumlah indikator ekonomi selama Purbaya berada di posisi Menteri Keuangan.
Daya beli, lapangan pekerjaan, nilai tukar rupiah, hingga pertambahan utang negara menjadi bagian dari persoalan yang menurutnya perlu dicermati dalam melihat kondisi ekonomi nasional.
Tinggalkan Balasan