Megapolitan.co – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut, sejak Sabtu, 7 Februari 2026 malam.

Luapan Sungai Citeureup dan beberapa anak sungai menyebabkan air masuk ke permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Sedikitnya 1.500 kepala keluarga terdampak banjir yang merendam empat kecamatan, yakni Patia, Panimbang, Sobang, dan Sukaresmi. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai satu meter, membuat sebagian rumah warga tergenang selama berjam-jam.

Meski kondisi cukup parah, sejumlah warga memilih bertahan di rumah masing-masing. Namun, tidak sedikit pula yang terpaksa mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Bahkan, sebagian warga harus mengungsi ke rumah kerabat maupun ke posko darurat yang disiapkan pemerintah daerah.

“Air naik cepat sejak malam, kami hanya sempat menyelamatkan barang-barang penting. Kalau hujan turun lagi, air bisa lebih tinggi,” ujar Hadi, warga Desa Citeureup.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang hingga kini masih melakukan pendataan terhadap rumah-rumah terdampak sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang membutuhkan.

“Kami terus melakukan pendataan dan distribusi bantuan logistik. Tim juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,” kata Lilis Sulistiawati, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD-PK Pandeglang.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat potensi curah hujan di wilayah Pandeglang masih tergolong tinggi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta segera mengungsi apabila debit air kembali meningkat.

megapolitanco
Editor