Megapolitan.co – Upaya pemulihan pascabencana di Sumatera Barat terus bergerak. Pemerintah bersama TNI masih menggenjot pembangunan hunian sementara (huntara) di berbagai daerah terdampak agar warga segera memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.

Personel TNI dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol terlihat aktif bekerja di sejumlah titik pembangunan huntara, mulai dari Jorong Padang Kunyik dan Jorong Kubu Gadang di Kabupaten Tanah Datar, Kapalo Koto di Kota Padang, hingga Nagari Puluik-Puluik di Kabupaten Pesisir Selatan.

Hadil pengerjaan sampai dengan Kamis 29 Januari /2026, menunjukkan huntara di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, telah memasuki fase awal konstruksi dengan pemasangan tiang pancang sebagai pondasi bangunan.

Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di Huntara Jorong Kubu Gadang, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan. Sejumlah unit hunian hampir selesai dibangun.

Struktur bangunan telah berdiri kokoh, atap terpasang, dan pekerjaan tersisa meliputi penyempurnaan pintu, jendela, komponen pendukung bangunan, serta penataan lingkungan sekitar hunian.

Dandim 0307/Tanah Datar, Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, menegaskan komitmen TNI dalam mempercepat penyelesaian pembangunan huntara demi mendukung pemulihan kehidupan warga terdampak.

“TNI akan bekerja maksimal dan secepatnya kami selesaikan agar warga yang terdampak bencana bisa segera menempati hunian sementara tersebut,” ujar Agus.

Di lokasi Huntara Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, proses pembangunan juga terus berjalan. Sejumlah fasilitas dasar telah disiapkan, seperti dua bak penampungan air bersih serta lima unit toilet dan kamar mandi umum guna menunjang kebutuhan sehari-hari warga.

Adapun pembangunan Huntara di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, masih berada pada tahap pemasangan tiang pancang dan rangka bangunan. Proses pengerjaan dilakukan oleh personel TNI dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat.

Meski menghadapi kendala di lapangan, terutama akses menuju lokasi yang menyulitkan distribusi material, pemerintah memastikan pembangunan huntara tetap berjalan.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan tempat tinggal sementara yang aman bagi warga, sembari menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang dilaksanakan secara bertahap.