Megapolitan.co – Banjir setinggi 20 hingga 40 sentimeter merendam lima sekolah dasar (SD) di Kota Cilegon, Banten.
Kondisi ini membuat para siswa terpaksa belajar di rumah untuk sementara waktu, hingga sekolah benar-benar aman digunakan kembali.
Lima sekolah yang terdampak berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Jombang dan Cibeber.
Hingga Selasa, 13 Januari 2026, genangan air masih terlihat menutup sejumlah ruang kelas dan fasilitas sekolah.
Banjir terjadi akibat luapan sungai di beberapa titik, menyusul tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kota Cilegon dalam beberapa hari terakhir.
Air bercampur lumpur dan sampah masuk ke area sekolah, sehingga dinilai membahayakan keselamatan peserta didik.
Dampak dari peristiwa ini cukup signifikan. Ribuan siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar dari rumah secara daring karena kegiatan belajar mengajar (KBM) diliburkan sementara.
Salah seorang guru SDN Masigit 1, Heriyadi, mengatakan pihak sekolah telah menghentikan KBM selama dua hari terakhir sambil menunggu air benar-benar surut.
“Kegiatan belajar mengajar sudah kami liburkan selama dua hari ini. Sekolah akan kembali dibuka setelah air surut dan kondisi lingkungan sekolah dinyatakan aman,” ujarnya.
Pihak sekolah berharap banjir tidak berlangsung lama agar proses belajar mengajar siswa tidak terganggu terlampau jauh.
“Kami berharap kondisi ini segera normal, supaya siswa bisa kembali belajar di sekolah dan tidak tertinggal pelajaran,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon menegaskan penghentian sementara KBM dilakukan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan peserta didik.
Sekretaris Dindikbud Kota Cilegon, Humaidi, menyatakan keputusan tersebut diambil untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
“KBM kami hentikan sementara untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan siswa, terutama karena kondisi sekolah masih tergenang dan belum memungkinkan untuk digunakan,” kata Humaidi.
Selain sekolah, banjir hingga kini juga masih menggenangi sejumlah permukiman warga di beberapa wilayah yang memang kerap menjadi langganan banjir saat hujan deras melanda Kota Cilegon.






Tinggalkan Balasan