Megapolitan.co – Indonesia pernah mencapai puncak kejayaan pertanian pada masa Presiden Soeharto. Pada 1984, keberhasilan swasembada beras membuat Indonesia mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan FAO. Model kebijakan pada masa itu, kini diadopsi sejumlah negara tetangga.

India, yang kini memegang posisi sebagai pengekspor beras terbesar dunia, ternyata menerapkan pola pertanian yang serupa dengan strategi Indonesia pada era Orde Baru.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan temuannya usai mengunjungi negara tersebut.

Zulhas menyebut, sistem koperasi dan riset pemerintah menjadi tulang punggung pertanian India, hampir identik dengan kebijakan Indonesia di masa lalu.

“India banyak meniru cara Indonesia mengembangkan pertanian di masa lalu. Sistem koperasi mereka mirip dengan strategi Orde Baru yang memberi ruang besar kepada lembaga dan petani,” ucap Zulkifli Hasan kala itu saat Menteri Perdagangan tahun 2023.

“India 1,4 miliar orang bisa surplus, lebih. Saya tanya Kementerian Perdagangannya, semua pakai koperasi, gak konglomerasi, seluruh pertanian koperasi. Pupuk dia gak pakai pabrik pupuk kaya kita, tapi pupuk dibuat oleh koperasi-koperasi, tapi penelitian oleh pemerintah. Pupuk pakai pil segini bisa untuk 2 hektare dikasih air, diproduksi koperasi-koperasi,” tambahnya.

Sementara itu, Indonesia terus menjaga kesinambungan kebijakan pangan dari masa ke masa. Setelah reformasi, sejumlah strategi pertanian Orde Baru tetap dilanjutkan, dan di era Joko Widodo pembangunan 45 bendungan baru menjadi langkah besar memperkuat irigasi nasional.

Infrastruktur tersebut kini menjadi fondasi penting bagi pemerintahan Prabowo–Gibran dalam melanjutkan target swasembada.

Pola agrikultur yang dulu membawa Indonesia mencapai puncak prestasi, kini kembali menjadi rujukan, tidak hanya untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga sebagai inspirasi bagi negara lain.

Dengan penguatan koperasi, riset pertanian, serta infrastruktur air, Indonesia berharap bisa kembali menuju ketahanan pangan yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

megapolitanco
Editor