Megapolitan.co – Kritik terhadap proyek geospasial Badan Informasi Geospasial (BIG) turut menyasar aspek keamanan data.
Center for Budget Analysis (CBA) mengingatkan bahwa proyek pemetaan rupabumi Indonesia (RBI) di Sulawesi berpotensi menyentuh wilayah sensitif negara.
Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, meminta Kejaksaan Agung tidak hanya memeriksa pejabat terkait, tetapi juga memanggil perusahaan pemenang proyek untuk memastikan tidak adanya praktik subkontrak ke pihak asing.
Menurutnya, kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Data geospasial dasar dan RBI dinilai memiliki nilai strategis tinggi karena berkaitan dengan informasi geografis detail yang dapat mencakup potensi sumber daya alam hingga aspek pertahanan.
“Ini bukan sekadar proyek biasa. Data ini bisa berkaitan dengan rahasia militer dan kekayaan alam Indonesia, sehingga harus dipastikan dikelola secara aman dan sesuai aturan,” ujar Uchok dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
CBA menilai penting bagi aparat penegak hukum untuk memastikan seluruh proses pengadaan hingga pelaksanaan proyek berjalan sesuai regulasi, termasuk penggunaan teknologi seperti airborne SAR, citra satelit resolusi tinggi, serta Lidar dan kamera udara metrik.
Selain itu, lembaga tersebut juga menyoroti perlunya verifikasi terhadap hasil pekerjaan yang hingga kini belum dipublikasikan secara luas.
Minimnya akses informasi dinilai berpotensi menimbulkan spekulasi publik, terlebih proyek ini menyangkut data dasar yang menjadi rujukan berbagai kebijakan pembangunan.
Dengan nilai anggaran ratusan miliar rupiah dan cakupan wilayah strategis, proyek ini dinilai tak hanya soal efisiensi anggaran, tetapi juga menyangkut kedaulatan data nasional yang semestinya dikelola secara transparan dan akuntabel.






Tinggalkan Balasan